VIRUS CORONA: GUBERNUR KOSTER MINTA MASYARAKAT JANGAN TOLAK PMI

3 min read

DENPASAR-JBM.CO.ID – Sejumlah aksi penolakan masyarakat terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di beberapa tempat di Bali, dalam sepekan terakhir ini membuat Gubernur Bali, DR Ir Wayan Koster, MM, harus turun tangan.
Untuk memperkuat posisinya dalam memberikan imbauan kepada masyarakat yang menolak PMI, Guberbnur Koster harus meminta bantuan kekuatan kepada Majelis Desa Adat dan Parisadha Hindu Dharma (PHDI) Bali.

Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali itu bersama Majelis Desa Adat dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali menyerukan kepada masyarakat Bali agar tidak menolak lokasi karantina PMI asal Bali di hotel, vila maupun fasiltas pemerintah lainnya.

“PMI yang dikarantina adalah warga Bali yang kembali karena dipulangkan oleh perusahaan di negara tempat mereka bekerja. Mereka itu sejatinya adalah penyumbang devisa yang besar bagi Bali dan Indonesia,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster, di Denpasar, Sabtu (18/4/2020).

Baca Juga :  Ngobrol Asik Sampai Ngbrol Politik Bareng Airlangga Hartarto, Bamsoet Bahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Mantan anggota Komisi X DPR RI itu memaparkan bahwa masyatakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi kesehatan PMI itu karena kedatangan mereka baik melalui Bandara maupun pelabuhan laut sudah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Ia menyebutkan prosedur pemeriksaan kesehatan itu meliputi pemeriksaan sertifikat kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh, dan dilakikan rapid test COVID-19 oleh oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali.

Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng itu, menjelaskan bahwa bila hasil rapid test menunjukkan PMI bersangkutan positif COVID-19 maka PMI tersebut langsung diamankan dan ditangani oleh Gugus Tugas Provinsi Bali di tempat Karantina Provinsi Bali.

Di tempat karantina Provinsi Bali, kata Gubernru Koster, PMI positif COVID-19 itu menjalani pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan metode PCR di laboratorium kesehatan RSUP Sanglah. “Kalau pemeriksaan PCR hasilnya positif maka PMI yang bersangkutan akan menjalani perawatan di rumah sakit,” urai Gubernur Koster.

Baca Juga :  PERINGATAN HANI: WABUP SUTJIDRA MINTA ASN JAUHI NARKOBA

Nah, PMI yang dipulangkan ke Kabupaen/Kota masing-masing itu, beber Gubernur Koster, adalah PMI yang hasil rapid testnya negatif. Bagi mereka ini menjadi tanggung jawab Pemkab dan Pemkot masing-masing untuk melakukan karantina khusus di hotel, vila, dan fasilitas pemerintah lainnya selama 14 hari.
“Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami menyerukan kepada seluruh komponen masyarakat Bali untuk menerima tempat karantina bagi para PMI tersebut, dengan tidak melakukan gerakan penolakan dengan alasan apapun juga. Mari kedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sikap sopan santun, menyama braya, parasparo, dan membangun kebersamaan dengan rasa suka-duka sesama sameton Bali sesuai dengan nilai-nilai budaya Bali,” tandas Gubernur Koster.

Baca Juga :  JOKOWI BICARA SOAL AHOK MAU GABUNG BUMN

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti himbauan dan Instruksi yang dikeluarkan Gubernur Bali, Majelis Desa Adat, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali yaitu tetap tinggal di rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan membatasi aktivitas keluar rumah serta membatasi interaksi dengan masyarakat yang melibatkan banyak orang.

“Kami menyerukan kepada masyarakat Bali agar selalu mengikuti informasi yang resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dengan tidak mudah mempercayai berita bohong, tidak mudah terprovokasi oleh siapapun juga yang tidak bertanggungjawab,” pungkas Gubernur Koster.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *