VIRUS CORONA: AYAHNYA MENINGGAL, PMI DARI ITALIA DIISOLASI DI RSP GIRI EMAS

3 min read
Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Para petugas medis di RSUD Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (16/4/2020) sore geger dan resah karena seorang pasien umum yang dirawat di RS “plat merah” itu meninggal dunia.

Pasien umum yang meninggal dunia itu berinisial Ketut S yang beralamat di Kelurahan Penarukan, Singaraja, Bali. Selama di RSUD Buleleng, Ketut S dirawat di Ruang Angrek.

Bukan hanya para medis di RSUD Buleleng itu saja yang resah, tetapi masyarakat di kawasan itu terutama para tetangga pasien yang meninggal dunia itu pun dibuat waswas. Ini lantaran, putra almarhum Ketut S berinisial Kadek S merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Italia. Kadek S baru pulang dari Italia tanggal 17 Maret 2020 lalu dan menjalani karantina mandiri di rumah orangtuanya.

Hasil penelusuran Jarrakpos Grup Jumat (17/4/2020) menyebutkan bahwa jenazah Ketut S Kamis (16/4/2020) petang langsung dipulangkan ke desa asalnya di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jenazah tidak sempat mampir di rumahnya di Kelurahan Penarukan, karena para medis dan para tetangga di Penarukan takut dan waswas terhadap penyakit yang menyebabkan Ketut S meninggal dunia.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Pacitan, Segera Laksanakan Simulasi Pembelajaran Secara Klasikal

“Kaling ceritakan bahwa jenazah tidak mampir di rumhnya tetapi langsung dibawa ke desanya (almarhum Ketut S berasal dari salah satu desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli),” cerita salah satu tetangga di sebelah selatan jalan utama Pantura.

Apa penyakit yang diderita almarhum Ketut S? Tetangga almarhum tersebut menceritakan bahwa Ketut S sesungguhnya menderita penyakit empedu atau penyakit batu empedu atau istilah kedokterannya disebut cholelithiasis. “Dia sudah opname sebelum anaknya pulang. Pas anaknya masa karantina mandiri berakhir, bapaknya meninggal,” urainya.

Setelah jenazah Ketut S dibawa ke desa asalnya di Kecamatan Kintamani, aparat Kelurahan Penarukan bersama Satgas Kabupaten Buleleng, langsung mendatangi putranya Kadek S untuk diajak ke RS Pratama Giri Emas untuk dilakukan pemeriksaan. “Sekitar jam 10 malam, anaknya diajak ke RS Giri Emas,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  Lakukan RDT Keliling Badan Adhoc KPU, Satu Petugas Medis Di Pacitan Positif Covid-19

Diceritakan tetangga tersebut bahwa Kadek S pulang dari Italia pertanggal 17 Maret 2020 dengan membawa surat sehat dari agencynya. Sampai di Bandara Ngurah Rai, Kadek S kembali dites dan dinyatakan negatif sehingga ia diperbolehkan pulang ke rumahnya di Kelurahan Penarukan dengan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Sekretaris Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng, Drs Gede Suyasa, M.Pd, dalam jumpa pers via video conference (Vidcon) di ruang kerja, Jumat (17/4/2020) sore mengaku sudah menerima laporan tentang pasien umum Ketut S yang meninggal dunia di RSUD Kabupaten Buleleng.

“Sekarang setiap orang meninggal pasti dikaitkan ke sana (virus corona, red). Tetapi kami tetap mengatensi setiap informasi yang masuk. Laporan yang disampaikan ke saya, yang meninggal itu pasien umum,” jelas Suyasa menjawab pertanyaan Jarrakpos Grup.

Suyasa mengakui bahwa Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng Kamis (16/4/2020) malam sekitar pukul 22.00 wita sudah mengambil Kadek S (anak dari almarhum Ketut S) dan diajak ke RS Pratama Giri Emas untuk menjalani pemeriksaan medis sekaligus menjalani isolasi.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Di Pacitan Bertambah Enam, Sembuh 7

“Anaknya sudah kita ambil dan sedang menjalani pemeriksaan di RS Pratama Giri Emas. Hasilnya kita tunggu. Apakah positif atau negatif, kita masih menunggu hasil tes labnya,” jelas Suyasa.

“Tapi ingat, yang dites adalah anaknya bukan bapaknya yang meninggal. Sekali lagi yang dites anaknya bukan bapaknya yang meninggal,” tegas Suyasa meyakinkan public.

Kematian Ketut S sempat membuat jagat Buleleng heboh. Informasi berseliweran dari WAG ke WAG lainnya yang intinya memvonis Ketut S meninggal dunia karena COVID-19. Dugaan itu beralasan karena anaknya Kadek S merupakan salah satu PMI yang baru pulang sebulan lalu dari Italai tepatnya tanggal 17 Maret 2020, dan selama kurun waktu itu Kadek S menjalani karantina mandiri di rumah orangtuanya.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *