HUT KE-68 KOPASSUS: KENAL DANJEN ASAL BULELENG, DIPUJI JENDERAL GATOT NURMANTYO

3 min read
Spread the love

JAKARTA-JBM.CO.ID – HARI ini tanggal 16 April 2020, pasukan elite TNI, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berusia 68 tahun. Korps baret merah itu menggelar sejumlah kegiatan sosial-kemanusiaan hingg acara puncak peringatan.

Kali ini Jarrakpos Grup ini mengajak pembaca untuk mengenal khusus Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal (Mayjen) I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han).

Mayjen I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han), kelahiran Buleleng, Bali. Ia bukanlah sembarangan prajurit (jenderal). Pria kelahiran 26 Juni 1967 itu memiliki prestasi luar biasa selama berkarir di militer. Ia secara resmi dieprcaya sebagai Danjen Kopassus pada 25 Januari 2019.

Bagi Cantiasa, korps baret merah bukanlah habitat baru baginya. Jenderal bintang dua di pundak itu memang menghabiskan sebagian besar karier militernya di Kopassus hingga menyandang jenderal bintang dua dan kembali memimpin kesatuan elite tersebut.

Mau tahu perjalanan atau kiprahnya di Kopassus? Inilah kisah manisnya. Sebelum memimpin pasukan baret merah, Jenderal bintang dua ini lama bergelut bersama pasukan antiteror Sat Gultor 81. Dikutip dari laman resmi Kopassus, I Nyoman Cantiasa sempat menjabat menjadi komandan Sat-81 Kopassus (Gultor).

Baca Juga :  Rivan Zulizar ; Paslon ARJUNA Siap Wujudkan Way Kanan Lebih Baik

Tak berhenti di situ, karier Cantiasa makin moncer. Ia bahkan menjadi komandan di Batalyon 811 atau Aksi Khusus (Aksus). Setelah itu, I Nyoman Cantiasa pernah pula menduduki kursi komandan Pusdikpassus.

Mulusnya perjalanan karier sang jenderal kebanggaan masyarakat Bali khususnya masyarakat Kabupaten Buleleng itu, tidak terlepas dari kemampuannya yang sudah teruji. Kiprahnya tak bisa diragukan lagi, selama bergelut di dunia militer, ia sudah lihai dalam pertempuran.

Cantiasa bahkan sudah tempur di sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua, Cantiasa bergabung dalam berbagai operasi militer. Selain itu, ia pun pernah ikut pertempuran di wilayah konflik Timor-Timur yang sekarang menjadi negara Republica Democratica Timor Leste (RDTL) alias Timor Leste.

Dari data yang diperoleh Jarrakpos Grup, Cantiasa tidak hanya ahli berperang, tetapi pria yang pernah menjadi Kasdam di Papua itu pun ahli dalam sejumlah bidang khusus. Cantiasa lulus pendidikan pendidikan pengembangan spesialis, dalam bidang Penanggulangan Teror (Gultor) dan Suspa Intel Analis.

Keahlian itu membuat lulusan terbaik Akmil 1990 pernah lama bergelut di Satuan Gultor. Tak hanya itu, keahlian itu pun terpakai saat Cantiasa menjadi Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha di Kopassus.

Ada pula keahlian khusus lain yang sudah teruji, yakni free fall atau terjun payung. Berbagai keahlian yang dimiliki Cantiasa ini mencetak banyak pengalaman dalam berbagai tugas. Selain di Tanah Air, Cantiasa berkeliling ke sejumlah negara untuk bertugas. Mulai dari Australia, Kamboja, Korea Selatan, Perancis, hingga Jerman.

Baca Juga :  Keluarga Pra Sejahtera Tidak Menerima PKH, BPNT Maupun Bansos COVID-19 Akhirnya Mengadu ke BARA JP Way Kanan

Tak heran, kemampuannya itu tak lepas dari kecerdasannya sejak mengenyam pendidikan. Sebagai bukti, Cantiasa adalah lulusan terbaik dari angkatannya di Akademi Militer 1990. Kecerdasannya membuat Cantiasa menyabet banyak penghargaan.

Satu di antaranya, pasukan elite Kopassus yang dipimpinnya mencatat rekor mengibarkan bendera merah putih raksasa. Penghargaan itu diterima I Nyoman Cantiasa dari Rekor MURI.

Menurutnya, sejauh ini belum ada yang mampu mengibarkan bendera raksasa itu selain Kopassus.

“Kemampuan ini gak sembarangan dan hanya oleh pasukan yang terlatih dan miliki jam terbang tinggi,” katanya di Lanud Suparlan, Batujajar, seperti yang dilansir beberapa media nasional pada 19 Maret 2019.

Nah, kemampuan dan keandalan Cantiasa itu diakui mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Gatot Nurmantyo sempat bersuara melalui Twitter saat Cantiasa dilantik menjadi Danjen Kopassus. “Selamat atas pelantikan Danjen Kopassus. Alhamdulillah, akhirnya tiba saatnya kembali kebangkitan profesionalisme dan militansi prajurit baret merah. Selamat berjuang dan berkarya Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE. Lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas. KOMANDO…!!!” cuit Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Twitternya.

Baca Juga :  Lahir Di Malaysia, Berkat TMMD-108 Nur Azikin Ingin Jadi Kowad

Riwayat Pendidikan
 Akademi Militer (1990)
 Sesarcab Inf
 Komando
 Suslapa I
 Suslapa II
 Free Fall
 Penanggulangan Teror (Gultor)
 Suspa Intel Analis
 Seskoad (2004)
 Sesko TNI (2014)
 Lemhannas
Riwayat Jabatan
Letnan Dua s/d Kapten
 Danton Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad
 Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad
 Dan Unit Den 81 Gultor / Kopassus
 Dansubtim 2 Den 81 Gultor / Kopassus
 Dantim Den 81 Gultor / Kopassus
 Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha / Kopassus

Mayor
 Danseko Pusdikpassus
 Dansepara Pusdikpassus

Letnan Kolonel
 Pabandya Ops Makopassus
 Danyon 811/Sat-81/Kopassus
 Dandenma Kopassus
 Waasintel Danjen Kopassus
 Wadansat-81/Kopassus (2010)

Kolonel
 Dansat 81/Kopassus (2010)
 Danpusdikpassus (2012)
 Pamen Ahli Bid. Taktik Khusus Gultor Danjen Kopassus (2013)
 Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko TNI) (2014)
 Danmentar Akmil (2015)
 Danrem 163/Wirasatya (2015)

Brigadir Jenderal
 Danrem 173/Praja Vira Braja (2017)
 Kasdam XVII/Cenderawasih (2017)

Mayor Jenderal
 Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI (2018)
 Danjen Kopassus (2019)

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *