VIRUS CORONA: PARA PMI MULAI TEMPATI HOTEL DI LOVINA DAN SINGARAJA

2 min read
Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Akhirnya Pemkab Buleleng, Bali, berhasil melobi sejumlah hotel di Buleleng untuk menjadi tempat karantina khusus bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng.

Menariknya, mulai Rabu (15/4/2020) pagi sejumlah hotel yang disiapkan Pemkab Buleleng di kawasan pariwisata Lovina dan Kota Singaraja, sudah mulai ditempati PMI.

Hotel-hotel yang sudah ditempati PMI antara lain Hotel Aneka Lovina di Lovina, dan Hotel Grand Wijaya di Kota Singaraja. Sesuai data yang diperoleh Jarrakpos Grup, sebanyak 17 orang PMI yang sebelumnya dikarantina di gedung SDN 1 Banjar Jawa Rabu (15/4/2020) pagi sekitar pukul 07.45 wita dipindahkan ke Hotel Aneka Lovina.

Kemudian sekitar pukul 17.00 wita, bus milik Dishub Buleleng menjemput 3 orang PMI dari Kecamatan Banjar yang juga berkeinginan mengikuti karantina khusus di Hotel Aneka Lovina.

Baca Juga :  MUTIARA TERSEMBUNYI: OBYEK WISATA TAMAN BEJI PALUH-TUBING LAZY RIVER PENARUNGAN SIAP MEMANJAKAN WISATAWAN

Hanya saja, 3 PMI dari Banjar itu hanya sementara di Hotel Aneka Lovina karena masih menunggu hasil lobi Camat Banjar dengan sejumlah hotel di wilayah Kecamatan Banjar. Bila sudah ada kesepakatan maka ketiga PMI asal Banjar itu akan dipindahkan ke hotel yang berada di wilayah Kecamatan Banjar.

PMI terus berdatangan secara bergelombang. Hingga pukul 18.56 wita, tercatat sudah 54 orang PMI yang sudah menempati Hotel Aneka Lovina.

Sementara di Hotel Grand Wijaya, d dua orang PMI asal Kelurahan Beratan, Singaraja yang pertama menempati dua kamar di hotel tersebut. Kedua PMI masuk secara sendiri-sendiri. Yang perama masuk pukul 13.50 wita, sedangkan yang kedua masuk sekitar pukul 14.30 wita. Hingga pukul 18.56, PMI yang menempati Hotel Grand Wijaya sudah berjumlah 14 orang.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng, Drs Gede Suyasa, M.Pd, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melobi sejumlah hotel di Buleleng untuk bersedia menjadikan tempat karantina khusus bagi PMI asal Buleleng.

Baca Juga :  PEDULI KORBAN BANJIR, dr. ZAM ZANARIAH MENYUSURI GANG DAN JALAN BERLUMPUR SALURKAN BANTUAN BAGI WARGA TERDAMPAK BANJIR

“Kita sudah melakukan pendekatan dengan sejumlah hotel di Singaraja dan Lovina bersama Camat Buleleng dan koordinasi dengan PHRI akhirnya ada beberapa hotel yang sudah mau jadi tempat karantina,” jelas Suyasa.

Terkait dengan biaya, Suyasa menyebutkan bahwa Satgas Kabupaten menyiapkan anggaran Rp 200 ribu per kamar persorang dan biaya konsumsi per orang dianggarkan Rp 50 ribu hari. “Rinciannya Rp 10 ribu makan pagi, Rp 20 ribu untuk makan siang dan Rp 20 ribu untuk malam sore,” ungkap Suyasa merinci anggaran.

Hingga pukul 17.15 wita, sebanyak 12 nama hotel yang sudah dikirim PHRI Buleleng kepada Sekretaris Gugus Tugas Kabupaten. Yakni Hotel Aneka Lovina Villas & Spa, Hotel Sunari Beach Resort, Hotel Rambutan, Hotel Suma, Billibo Hotel, Hotel Grand Wijaya, Hotel Prangkipani, Hotel Melka, Hotel Kubuku Eco Lodge, Hotel Ode Guest House, Adirama Hotel (masih proses lobi), dan Hotel Bali Taman (masih proses lobi).

Baca Juga :  Satu Pasien Asal Madiun Suspek Coronavirus. Dinkes Pacitan Tingkatkan Kewaspadaan

Daftar Hotel yang Bersedia Jadi Rumah Singgah PMI di Kabupaten. Buleleng:

1. Aneka Lovina – 56 kamar
2. Sunari – 20 kamar
3. Rambutan Hotel – 24 kamar
4. Suma Hotel – 20 kamar
5. Billibo – 11 kamar
6. Grand Wijaya – 26 kamar
7. Kubuku – 17 kamar
8. Ode Guest House – 3 Kamar
9. Adi Rama – 17 kamar (on proses)
10. Bali Taman – 33 kamar (tentative)
11. Prangkipani – 8 kamar
12.Hotel Melka – 25 kamar

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *