VIRUS CORONA: BUPATI BULELENG PASTIKAN PMI DIKARANTINA DI HOTEL

2 min read
Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Setelah mendapat sorotan dari Frakso Golkar DPRD Buleleng serta sejumlah komponen masyarakat, akhirnya Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, merubah kebijakan tentang tempat isolasi atau karantinas Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bupati Agus memastikan akan menggunakan sejumlah hotel yang berada di sekitar Kota Singaraja sebagai tempat karantina bagi PMI asal Buleleng yang baru datang dari luar negeri. Hotel-hotel yang yang saat ini sudah siap digunakan yaitu Hotel Aneka Lovina dan Hotel Grand Wijaya, yang masing-masing terletak di Desa Anturan dan Kota Singaraja.

Kepastian itu disampaikan oleh Bupati PAS, sapaan akrab Agus Suradnyana, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (14/4/2020) malam. Dikatakan, tidak mudah memanfaatkan hotel yang berada di seputaran kota Singaraja untuk digunakan sebagai tempat karantina bagi PMI. Bupati Agus menceritakan, dirinya sebelumnya sudah melakukan penjajakan terhadap beberapa hotel yang berada di sekitar Kota Singaraja. Namun pemilik hotel yang dihubungi itu enggan mengijinkan tempat usahanya digunakan sebagai tempat karantina bagi PMI.

Baca Juga :  Pastikan Tabanan Aman Stok Logistik, Dandim Cek Gudang Bulog

Bupati Agus pun akhirnya mendesak pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Buleleng untuk melakukan komunikasi dengan para pemilik hotel di Singaraja. PHRI sebagai induk orgasasi pengusaha hotel itupun akhirnya berhasil meyakinkan sejumlah pemilik hotel di Singaraja untuk disewa dan dimanfaatkan sebagai tempat karantina PMI.

“Saya terus melakukan diskusi panjang dan pendekatan dengan pihak PHRI Buleleng. Akhirnya sampai dengan jam 7 malam ini, PHRI setuju memberikan beberapa hotel untuk kami gunakan sebagai tempat karantina bagi PMI. Nantinya, PMI yang berasal dari seputaran Kota Singaraja akan dikarantina di hotel-hotel tersebut,” ungkap pejabat asala Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini.

Baca Juga :  Empati Dampak Pandemi Covid-19, Bamsoet Dorong Pemerintah Pusat dan Daerah Salurkan Bansos Tepat Sasaran

Ia melanjutkan, PMI yang berasal dari seputaran kota Singaraja yang saat ini sudah dikarantina di SD 1 dan SD 3 Banjar Jawa yang berjumlah 18 orang, mulai besok (Rabu, 15/4/2020) pagi akan dipindahkan ke hotel yang sudah disewa. Demikian pula untuk PMI yang baru datang, akan langsung ditempatkan di hotel-hotel tersebut. Pada tahap awal ini baru bisa disediakan sebanyak 85 kamar, masing-masing 55 kamar di Hotel Aneka Lovina, dan 30 kamar di Hotel Grand Wijaya Singaraja.

“Nanti secara bertahap tentu akan kami tambah lagi jumlah hotelnya, menyesuaikan dengan jumlah PMI yang akan dikarantina,” tambahnya.

Baca Juga :  Minimalisir Pelanggaran Tanpa Masker, Pemprov Jabar Sudah Masukkan Masker di Paket Bantuan

Lebih lanjut dikatakan Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng ini, nantinya hotel-hotel yang digunakan itu tidak diperkenankan menerima tamu lain, selain PMI yang dikarantina. Dirinya juga meyakinkan bahwa biaya yang digunakan untuk menyewa hotel-hotel itu sangat murah. Katanya, hal itu sebagai bagian dari bentuk partisipasi dan kepedulian PHRI Buleleng dalam menghadapi pendemi corona ini.

“Nantinya untuk PMI yang berasal dari desa-desa lain di Buleleng, sepenuhnya Saya serahkan kepada Pemerintah Desa untuk menyedikan tempat karantina. Kalau ada Villa atau Hotel silakan dilakukan pendekatan,” pungkas Bupati Agus.

Penulis: Junior
Redaksi: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *