VIRUS CORONA: FRAKSI GOLKAR BULELENG MINTA PMI DIISOLASI DI HOTEL

3 min read
Spread the love

TEJAKULA-JBM.CO.ID – Fraksi Partai Golkar DPRD Buleleng, Bali, mempunyai inovasi luar biasa. Fraksi yang dipimpin Nyoman Wandira Adi menggelar rapat fraksi di sela-sela memberikan bantuan APD kepada Puskesmas 1 Tejakula.

Usai acara pemberian bantuan itu, Fraksi Golkar menggelar rapat fraksi idi kediaman Ketut Dodi Tisna Adi, anggota Fraksi Golkar, di Desa Sembiran. Dalam rapat tersebut langsung dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng IGK Kresna Budi.

Hasil rapat tersebut, Fraksi Partai Golkar mendukung kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk melakukan isolasi atau karantina di desa-desa bagi pekerja migra Indonesia (PMI) yang sedang berdatangan pulang dari luar negeri. “Kami dari Fraksi Golkar DPRD Buleleng sangat mendukung kebijakan melakukan isolasi bagi PMI di desa-desa,” ujar Ketua Fraksi Golkar, Nyoman Wandira Adi.

Hanya saja, Fraksi Golkar berharap agar tempat isolasi itu jangan menggunakan gedung sekolah. Karena dinilai kurang nyaman bagi PMI yang merupakan pahlawan devisa itu. “Kalau di sekolah dengan fasilitas yang sangat tidak layak, kita takutnya mereka justru lari dari tempat isolasi dan pulang ke rumahnya sebelum waktu isolasi berakhir,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi.

Baca Juga :  Belajar Dan Berlatih Adalah Kesejahteraan Prajurit, Yonif 725/Woroagi Gelar Uji Siap Tempur Tingkat Peleton Senapan

Maka itu, Fraksi Golkar menyarankan kepada Pemkab Buleleng agar dilakukan kerjasama dengan manajemen hotel-hotel agar bisa menjadikan hotel-hotel tersebut sebagai tempat isolasi PMI.

Ada beberapa pertimbangan kenapa Fraksi Golkar menyarankan Pemkab Buleleng memanfaatkan hotel sebagai tempat isolasi bagi PMI. Pertama, dari sisi fasilitas dan kenyamanan, sudah pasti terjamin sehingga membuat PMI itu betah menjalani masa isolasinya hingga berakhir.

Kedua, sebut Kresna Budi, merupakan upaya menghidupkan hotel yang saat ini sedang terjun bebas karena tidak ada tamu sehingga banyak hotel yang sudah merumahkan karyawan. Dengan kerjasama itu paling bisa membantu hotel itu sekaligus memberikan fasilitas bagus bagi PMI.

“Sekarang kebetulan hotel-hotel sepi, makanya ajak mereka kerja sama supaya mereka juga bisa mendapat masukan agar bisa menghidupi karyawannya dan PMI yang menjalani isolasi mendapat fasilitas dan pelayanan yang bagus. Masak pahlawan devisa taruh di gedung sekolah,” tandasnya.

Baca Juga :  Polri-KPK Sepakat Perkuat Kerja Sama di Bidang Penegakan Hukum

Menurut hitungan Fraksi Golkar, tidak terlalu banyak membutuhkakn anggaran sewa hotel bagi PMI yang menjalani isolasi. “Tidak mahal kok anggarannya. Di Provinsi sekarang sudah rasionalisasi Rp 18 miliar untuk menangani itu. Itu hanya di pos di DPRD. Nah, kalau ada kerjasama atau join anggaran antara provinsi, kabupaten dengan desa, saya rasa tidak berat itu,” urai Kresna Budi.

Nah, dari hitung-hitungan Fraksi Golkar seperti disampaikan Kresna Budi bahwa jika Pemkab Buleleng bisa melobi hotel-hotel dengan harga perkamar perongan Rp 100 ribu dengan uang makan sebesar Rp 250 ribu hari maka satu peserta isolasi memerlukan dana Rp 350 ribu. Bila dikalikan dengan 10 hari masa isolasi maka total dana untuk satu orang sebesar Rp 3,5 juta. “Maka bisa kita isolasikan 1.000 orang sekalian karena dananya baru Rp 3,5 miliar. Coba bayangkan sisa uang dari provinsi saja masih banyak kan,” papar Kresna Budi.

Baca Juga :  WEBINAR:  NY PUTRI KOSTER JADI KEYNOTE SPEAKER TENTANG  WANITA ADAT BALI DALAM PENCEGAHAN COVID-19

Sementara itu Fraksi Golkar juga meminta eksekutif untuk selalu mengajak pimpinan dewan dan pimpinan fraksi saat berbicara masalah anggaran untuk penanganan virus corona (COVID-19). Karena selama ini, eksekutif seolah mengabaikan legislatif dalam penentukan anggaran penanganan COVID-19. “Boleh dong kami kasih saran. Bapak Bupati dan jajarannya seharusnya ajak juga dewan dalam membahas anggar COVID, minimal pimpinan dewan dan pimpinan fraksi untuk ikut bicara anggaran. Karena ini uang rakyat Buleleng di APB jadi pemindahan pos harus ajak dewan,” tandas Wandira Adi diukung Ketut Susila Umbara, Sekretaris DPD Partai Golkar Buleleng yang sehari-hari sebagai Wakil Ketua I DPRD Buleleng itu.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *