VIRUS CORONA: PDP-10 DINYATAKAN SEHAT

3 min read

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Di saat angka pasien virus corona (COVID-19) yang positif di Bali Selatan, Bali Barat dan Bali Timur kecuali Karangasem, menunjukan grafis naik, berbeda dengan Buleleng.

Penyebaran COVID-19 di kabupaten satu-satunya di belahan Bali Utara itu cenderung menurun baik yang berstatus ODP maupun PDP. Sebagai bukti satu lagi pasien kategori PDP dengan kode PDP-10 dinyatakan sehat.

Ini setelah PDP-10 menjalani dua kali tes swab dan hasilnya semua negative. Secara pola penanganan medis COVID-19, seorang PDP negatif dua kali berturut-turut maka secara medis PDP-10 dinyatakan sehat.

Hasil tes swab PDP-10 yang dinayatakan negatif dua kali berturut-turut itu disampaikan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, saat memberikan keterangan pers melalui video conference dari Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Senin (13/4/2020).

Baca Juga :  WARGA SEBUT BOM BUNUH DIRI DI MAPOLRESTABES MEDAN SANGAT KERAS

Sutjidra menjelaskan bahwa pasien positif masih berjumlah satu orang. Saat ini, sudah tidak ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP). PDP berkurang satu orang mengingat PDP-10 yang sudah tes swab untuk kedua kalinya menunjukkan hasil negatif. PDP tersebut sudah dipindahkan ke RSUD Buleleng sebagai pasien non COVID-19. “Hasilnya tes swab keduanya negatif. Jadi PDP 10 merupakan pasien non COVID-19,” ungkap Sutjidra.

Nah, ini menjadi kabar gembira buat Buleleng bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan stigma negatif yang disematkan kepada Buleleng. Hasil PDP-10 itu membuktikan bahwa Buleleng aman dan nyaman kendati tetap diminta waspada. Selain itu juga ingin menunjukkan kepada daerah lain yang selama ini sinis terhadap Buleleng dalam kasus COVID-19 untuk meralat pola pikir negatif mereka terhadap Buleleng.

Baca Juga :  PERINGATAN HANI: WABUP SUTJIDRA MINTA ASN JAUHI NARKOBA

Bagaimana dengan Untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP)? Sutjidra mengungkapkan bahwa ODP yang masih bergejala berjumlah dua orang. Berkurang satu orang dari sebelumnya. Orang tersebut merupakan pekerja kapal pesiar dan sudah di tes swab dua kali dengan hasil negatif serta sudah dipulangkan dalam kondisi sehat.

ODP yang sudah tidak bergejala dan sudah selesai masa pantau berjumlah 78 orang. Terjadi penambahan satu orang dibandingkan sebelumnya. Artinya ada penambahan satu orang berasal dari ODP bergejala yang merupakan pekerja kapal pesiar tersebut. ODP tidak bergejala yang masih dalam masa pantau berjumlah satu orang dan sedang karantina mandiri.

Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini juga menambahkan Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif tetap berjumlah 163 orang dengan rincian selesai masa pantau berjumlah 137 orang dan karantina mandiri berjumlah 26 orang. Selain itu, pemantauan juga terus dilakukan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan daerah transmisi lokal di Indonesia. Jumlah kumulatifnya saat ini adalah 1.866 orang dimana 804 orang diantaranya telah berakhir masa pantau 14 hari dan 1.062 orang masih dipantau. Rinciannya adalah pekerja kapal pesiar sejumlah 340 orang (bertambah 11 orang), WNA tetap tiga orang, pulang dari luar negeri tetap satu orang, dan orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 718 orang (bertambah 62 orang).

Baca Juga :  NEW NORMAL: PASIEN TANPA GEJALA DAPAT ISOLASI MANDIRI DI RUMAH

“Dengan rincian tersebut, kasus di Buleleng stuck atau tidak ada penambahan. Kita hanya mengawasi yang baru datang dari daerah atau negara dengan transmisi lokal. Mari bersama mencegah penyebaran virus ini di Buleleng,” pungkas Sutjidra.

Penulis: Francelino
Editor: Jering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *