DI KABUPATEN BANYUASIN SUMSEL, HARGA GULA ECERAN TEMBUS Rp. 18.000/Kg

2 min read
Spread the love

SUMSEL, JBM.CO.ID | Banyuasin – Mengutif pemberitaan dari beberapa media massa online edisi rabu 08/04/2020 kemarin. Bahwasyanya, Polda Banten meminta masyarakat melapor jika ada pedagang yang menjual harga gula melebihi Rp 12.500/Kg. Harga itu merupakan ketetapan yang sudah diputus pemerintah.

Lain halnya di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sekarang harga gula pasir yang qualitas paling rendah (yang dikemar didalam plastik biasa) harga ecerannya masih capai Rp.18.000 setiap kilo gramnya.

Dari pengakuan pemilik warung manisan yang menjual sembako Rasmintyka, asal Dusun 1 Desa Tebing Abang Kec, Rantau Bayur Banyuasin ini ia mengakui menjual gula pasir seharga Rp.18.000 (Delapan belas ribu rupiah) setiap kilo gramnya karena harga ia membeli gula tersebut juga masih tinggi ia beli dari Pasar Pengkalan Balai masih seharga Rp.15.000 (limabelas ribu rupia) blum lagi ongkosnya makanya harga gula ia jual senilai Rp.18.000 itu jelasnya Kamis (09/04/2020).

Baca Juga :  BUPATI BULELENG BERENCANA UBAH SKEMA PENANGANAN PASIEN COVID-19

Padahal Polisi mengatakan pemerintah sudah memberikan kewenangan terhadap 4 pabrik gula rafinasi di Banten untuk memproduksi gula konsumsi yang akan disebarkan ke pasaran. Dengan begitu, stok gula akan berangsur normal.

“Untuk harga pemerintah telah menetapkan Rp 12.500. Nanti tolong sampaikan kepada para pedagang, kami dari Ditreskrimsus sudah diberikan petunjuk arahan ketika gula dijual lebih dari 12.500 kita akan melakukan tindakan tegas,” kata Direktur Ditkrimsus Polda Banten, Kombes Nunung Syaifuddin kepada wartawan di pabrik PT SUJ, Rabu (8/4/2020) Kemarin.

Baca Juga :  Menuju Adaptasi Baru, Korem 143/HO Gelar Upacara Bendera Minggu Pertama September

Di lokasi yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Nur Aini mendukung upaya Kementan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui peningkatan produksi dan percepatan pola tanam dengan menggunakan teknologi mekanisasi.

“Maka itu saya optimis bahwa sebelas kebutuhan dasar kita tetap terjamin aman dan terkendali sampai bulan puasa dan lebaran mendatang. Sekali lagi saya mendukung upaya Kementan dalam menggenjot produksi dan percepatan pola tanam,” katanya.

Sekedar diketahui, sebelas kebutuhan dasar itu diantaranya :

“Beras, Jagung, Gula, Minyak, Daging, Telur, bawang dan cabai. Sebagai data penguat, saat ini pemerintah memiliki data perkiraan pasokan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus 2020.

Baca Juga :  Yakub Ismail : Bertambahnya 4 Hari Libur dan Cuti Bersama Akan Berdampak pada Seluruh Industri Di Lintas Sektor

Untuk ketersediaan beras misalnya mencapai 25.653.591 ton dengan kebutuhan 15.099. 846 ton. Jagung sebanyak 13.741.071 ton dengan kebutuhan 9.096.555 ton. Bawang merah sebanyak 1.060.857 ton dengan kebutuhan 701.482 ton. Cabai besar 657.467 ton dengan kebutuhan 551.261 ton. Daging ayam ras 2.063.086 ton dengan kebutuhan 1.737.216 ton dan minyak goreng 23.392.557 ton dengan kebutuhan 4.419.180 ton.

Di samping itu, Kementan juga sudah melakukan kerjasama dengan satgas pangan baik di pusat maupun di daerah untuk mengantisipasi adanya oknum penimbun bahan pokok.(rn/jbm)

Editor ; Seno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *