BeritaDaerah

DISINYALIR MENYIMPANG LSM AKAN DORONG MASALAH PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN IAIN METRO SENILAI 13.5 MILIYAR TAHUN 2019 KE APARAT PENEGAK HUKUM

METRO-LAMPUNG, JBM.CO.ID | Pembangunan Gedung Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro menjadi polemik dan terindikasi menyimpang, sebab diduga hasil pembangunannya tidak sesuai dengan mutu dan standar kualitas yang diharapkan, kini mendapat sorotan tajam dari elemen Masyarakat Lampung.

Gedung yang berlokasi di Kampus 2 IAIN Metro Jalan Ki Hajar Dewantara 38B Lampung Timur, dibangun berjumlah 3 lantai dengan luas 2.285 M2, dikabarkan ada beberapa bagian yang mengalami keretakan pada bangunan.

Senada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) APKAN memberikan tanggapan terkait proses pelaksanaan proyek yang bersumber dari Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019, dikatakan oleh Ketua Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN RI) Provinsi Lampung Fitri Andi pihaknya menyayangkan hasil pembangunan untuk Perguruan Tinggi Negeri ternama di Metro sudah mengalami retak-retak pada dinding bangunan, hal ini tentu disinyalir dalam pelaksanaan proses pembangunannya tidak sesuai spek dan bestek yang sudah ditentukan dalam klausul kontrak kerja.

Baca Juga :  Jasman (Owner J2M Cell) = Kita Harus Bahu Membahu Memutus Penyebaran Covid-19

“Proyek pembangunan yang menelan Anggaran Negara sebesar Rp. 14. 759.722.000 (Empat belas milyar tujuh ratus lima puluh sembilan tujuh ratus dua puluh dua ribu rupiah) hasilnya sangat mengecewakan, baru hitungan Bulan sudah mengalami retak-retak, apalagi gedung Perpustakaan tersebut digunakan oleh kaum intelektual dari Dosen hingga Mahasiswa, patut diduga hasil pembangunan tidak maksimal dan terlihat terburu-buru tanpa mempertimbangkan analisa perencanaan yang matang, apalagi saya mendapat kabar bahwa penyelesaian proyek tersebut mengalami keterlambatan”, kata Andi yang juga merupakan Koordinator LSM Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD) Wilayah Lampung Timur dan Metro, Senin (6/4/2020).

Lebih lanjut Andi juga menjelaskan, mengenai proses pelaksanaan tender yang dinilai ada kejanggalan, sebab dari 62 Perusahaan yang mendaftar sebagai peserta hanya 2 perusahaan yang mengajukan harga penawaran dan anehnya lagi panitia atau Pokja pengadaan/Unit Kelompok Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) memenangkan perusahaan dengan harga tertinggi.
“Kami menduga ada kongkalikong antara perusaahan peserta tender, perusahaan yang menyampaikan harga penawaran dan perusahaan pemenang bersama panitia lelang, terlihat proses lelang hanya bersifat formalitas. Untuk memenuhi tahapan saja namun semuanya sudah dikondisikan”, ungkapnya

Baca Juga :  Abaikan Imbauan Pemerintah Pusat Cegah Wabah COVID-19, Klub Jantung Sehat Lamsel Nekat Kumpul Dengan Jumalah Ratusan

“Kalau proses lelangnya fair sesuai aturan hukum, paling tidak sebelum menentukan Perusahaan pemenang panitia melakukan klarifikasi lapangan dengan meninjau alamat kantor yang kabarnya di Banda Aceh tepatnya Jalan Prof. A Majid Ibrahim 1 Nomor 10 Banda Aceh Kota Aceh, apakah benar ada alamatnya PT. SARJIS AGUNG INDRAJAYA ? Bahkan proses tender sampai diulang untuk yang keduakalinya oleh panitia, Apalagi ditinjau dari harga penawaran antara perusahaan PT. PUBADOT JAYA ABADI yang memiliki harga penawaran lebih rendah Rp. 12.451. 079.289 dibandingkan dengan harga penawaran Perusahaan pemenang PT. SARJIS AGUNG INDRAJAYA. Rp. 13.549.137.116 terdapat selisih pemborosan uang Negara Rp. 1.098.057.827, jelas ini bertentangan dengan semangat Menteri Keuangan dalam rangka efisiensi anggaran, sebab panitia lelang tetap memenangkan PT. Sarji Agung Indrajaya walau harga penawarannya tertinggi.

Disinggung mengenai langkah dan sikap apa yang akan dilakukan pihaknya, Andi menegaskan kepada kantor berita www.jarrakposjambi.com, Ia dan Lembaga akan menyampaikan laporan resmi kepada aparat penegak hukum (APH).
“Kami akan menyusun laporan resmi terkait proyek tersebut, dan kita akan ajukan ke Pihak-pihak terkait (Kejaksaan, Kepolisian dan KPK).

Baca Juga :  Petugas TKP3 & PLP-TKP3 Dinas Perkebunan Sumsel Menerima Bantuan Pangan dari Kementerian Pertanian

Diketahui dari keterangan Wakil Rektor II IAIN Metro Dr. Mukhtar Hadi, M.Si, pada awal penandatanganan kontrak kerja proyek tersebut bersumber dari Anggaran Surat berharga Syariah Negara (SBSN) yang tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan serta diharapkan dapat bermanfaat untuk seluruh civitas akademika, Senin (29/7/2019), dikutip dari metrouniv.ac.id.

Pelaksanaan pembangunan Gedung Perpustakaan IAIN Metro selain dikerjakan oleh PT. Sarjis Agung Indrajaya, IAIN Kota Metro ternyata bekerjasama juga dengan Tim PTP PU Lampung Timur, TP4D Kejaksaan, MK dan tim SBSN guna mengawal jalannya proyek pembangunan Perpustakaan tersebut selama 150 Hari dari penandatanganan kontrak kerja berakhir pada Bulan Desember 2019 namun dikabarkan sampai akhir Desember Proyek tersebut tidak kunjung selesai. /Jbm

Editor ; Seno

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close