VIRUS CORONA: MENDAGRI TITO INGATKAN KEPALA DAERAH TAK BLOKIR JALAN

2 min read
Spread the love

JAKARTA-JBM.CO.COM – Berbagai pemahaman dan implmentasi peraturan dari pemerintah pusat yang terkadang berbeda-beda di daerah membuat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi satu komando kepada pemerintah daerah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sikap satu komando ini dkeluarkan Kemendagri sebagai tindak lanjut arah Presiden Joko Widodo terkait PSBB di Istana Bogor dalam rapat terbatas.

Dilansir KOMPAS.com, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar menyatakan, dalam menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, Mendagri Tito Karnavian telah mengingatkan kepala agar tidak terjadi pemblokiran jalan dalam menerapkan PSBB.

Baca Juga :  BULELENG ZONA MERAH COVID-19, KAPOLSEK BUSUNGBIU IMBAU MASYARAKAT PAKAI MASKER

“Mendagri mengingatkan bahwa distribusi logistik kebutuhan pokok masyarakat, pemenuhan kebutuhan alat serta barang dan bahan untuk menggerakkan perekonomian serta pemenuhan kebutuhan bidang kesehatan khusus percepatan penanganan COVID-19 tidak boleh terhambat,” kata Bahtiar melalui keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020)

“Karena logistik adalah hal yang sangat esensial dan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat,” lanjut dia.

Mendagri, lanjut Bahtiar, menyatakan bahwa semua daerah punya tanggung jawab besar dalam mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 sesuai kebijakan PSBB. Namun, pemblokiran jalan sangat kontra produktif jika menghambat arus keluar masuk distribusi logistik, barang kebutuhan pokok pangan masyarakat atau alat kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan tenaga medis.

Baca Juga :  DPD Golkar Lampung Selatan Gelar Pengajian Rutin

“Memang kita harus mencegah penularan dan penyebaran COVID-19, namun Pemda juga berkewajiban memastikan kelancaran distribusi logistik bahan pokok masyarakat, bahan yang menggerakan perekonomian masyarakat, dan logistik kesehatan masyarakat,” papar Bahtiar.

“Gugus Tugas di daerah harus aktif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,” lanjut dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur kepala daerah yang memblokade jalan sehingga membuat distribusi logistik terganggu. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas persiapan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri lewat video conference dari Istana Bogor, Kamis (2/4/2020).

Baca Juga :  PK Golkar Jati Agung Resmi Laporkan Oknum Perusak Bendera Golkar ke Panwascam Jati Agung, Lamsel

“Saya harapkan Mendagri memberi teguran kepada daerah yang blokir jalan-jalannya agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu,” kata Jokowi.

Kepala Negara mengaku mendapat laporan mengenai kondisi dua daerah yang logistiknya terganggu karena ada kebijakan blokade jalan. Ia tak menyebut dua daerah yang dimaksud. Namun, akibat penutupan jalan tersebut, stok beras di dua daerah sempat mengalami kelangkaan. “Tolong pemda diberi tahu mengenai hal ini,” kata Presiden Jokowi.

Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *