VIRUS CORONA: CAMAT CALLING KELILING, DIAPRESIASI WARGA KECAMATAN ABIANSEMAL

2 min read

MANGUPURA-JBM.CO.ID – Kian merebaknya wabah virus corona atau COVID-19 yang menyebabkan Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, mengeluarkan imbauan agar H+1 Hari Raya Nyepi masyarakat tetap diam di rumah masing-masing, diimplementasikan dengan gaya-gaya masing-masing pemimpin di pemerintahan tingkat bawahnya.

Seperti Camat Abainsemal, Ida Bagus Mas Arimbawa, S.Sos, dengan gaya uniknya. Camat Arimbawa justru turun langsung bersama jajarannya melakukanAksi Calling Keliling.

Ia tidak sendirian, tetapi bersama Muspika seperti Danramil, Kapolsek, Pol.PP Kecamatan Abiansemal dan Pecalang di masing-masing banjar di wilayah Kecamatan Abiansemal.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Karena masyarakat merasa terayomi oleh pemerintah, disamping pihak pemerintah kecamatan bisa langsung memantau situasi masyarakat sampai ke pelosok.

Baca Juga :  Kasdam IV Berangkatkan Satgas Kompi Zeni Ke NTB

Pada kesempatan itu Camat Arimbawa bersama Muspika Abiansemal mengingatkan warga agar diam di rumah, tidak keluar bila tidak ada kepentingan yang mendesak dan dapat izin dari kelian banjar setempat, tidak menerima tamu, tidak menyebarkan berita hoax, serta mengikuti setiap imbauan pemerintah demi memutus mata rantai wabah COVID 19 yang kecenderungan semakin meluas.

Ditanya mengenai masa pemberlakuan himbauan Gubernur ini, Camat Abiansemal yang ngantornya siang malam ini belum bisa menentukan.”Kita tunggu imbauan Gubernur selanjutnya, mengingat sulitnya memprediksi situasi yang akan terjadi selanjutnya. Bukan hanya pasar, tapi toko dan warung pun kita tutup,disamping akses warga untuk keluar masuk wilayah Abiansemal,” jelas Camat Arimbawa.

Baca Juga :  Pastikan Komitmen Dan Kerjasama Dilaksanakan Dengan Baik Tutur Sekjen Kementrian Hukum Dan Ham R.I Bambang Rantan.S

Menanggapi penutupan pasar, Dewa Putu Sentana, seorang palaku pasar dan pedagang asal Desa Sangeh legowo bahkan menyambut baik langkah Camat tersebut. “Saya rela semua pasar ditutup karena saya sangat khawatir, dimana satu orang saja yang suspect COVID-19 masuk pasar akan menularkan ratusan, bahkan ribuan warga yang lain,” ujar Sentana

Disamping calling keliling, juga dilakukan gerakan penyemprotan desinfektan serentak sampai ke rumah-rumah warga. Camat Arimbawa mengaku bahwa penyemprotan ini telah dilakukan pada tanggal 23 Maret lalu dengan melibatkan perangkat desa, LPM, BPD, para kelian banjar, karang taruna, beberapa Ormas,juga pecalang. “Bahkan ada beberapa warga yang menyumbang desinfektan dan hand sanitizer,” ujarnya.

Baca Juga :  ESSAI HUKUM: UNIT PPA DIULTIMATUM 3 HARI JADIKAN SOMVIR TERSANGKA, BILA TIDAK MAKA…?

Camat Arimbawa juga mengaku bahwa pihaknya bukan hanya melakukan aksi penyemprotan dan sejenisnya, tetapi juga mengklarifikasi berita-berita hoax mengenai warganya. Salah satunya sempat viral di medsos, bahwa salah satu warga dinyatakan positif terkena virus corona.

Ia mengaku setelah mendapat informasi itu langsung mengecek kebenarannya. Ternyata itu berita hoax sehingga langsung mengklarifikasi dan membantah berita hoax tersebut sehingga warga tidak panik.

“Masyarakat jangan panik. Mari dukung pemerintah dengan mentaati setiap instruksi, astungkara kita segera terbebas dari wabah COVID 19 dan kita semua bisa hidup nyaman,” pungkas Camat Arimbawa.

Penulis: Beratayasa
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *