KLHK Tetapkan IQ Komisaris CV SBM Sebagai Tersangka Ilegal Logging

2 min read
Spread the love

Pada Sabtu, 21 Maret 2020

Maluku-Papua, JBM.CO.IDKLHK melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Maluku Papua pada Rabu (18/03), menetapkan IQ, Komisaris CV. SBM sebagai tersangka pelaku illegal logging dan menahannya di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Maluku.

Barang bukti yg diamankan yaitu 1 unit alat berat loader merek Komatsu, 2 unit bulldozer merek Caterpillar, dan 25 batang kayu bulat gelondongan dengan berbagai jenis dan ukuran. Kayu gelondongan itu diduga hasil dari illegal logging CV. SBM, di Desa Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Baca Juga :  Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Ingatkan Masih Puluhan Sample Mukosa Dalam Daftar Tunggu

Kepala Seksi WIlayah II Ambon, Balai Gakkum Maluku Papua, Yosep Nong menerangkan bahwa saat ini penyidik sedang mendalami penyidikan dan menuntaskan kasus itu.

“Seluruh barang bukti telah mendapatkan penetapan sita dari Pengandilan Negeri Dataran Hunimoa Kelas II”.

Yosep menambahkan penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 12 Huruf K Jo. Pasal 87 Ayat 1 Huruf 1 dan atau Pasal 19 Huruf A jo.

Baca Juga :  Ketua DPC GNPK OKU TIMUR JADI KORBAN PENGANIYAAN

Pasal 94 Ayat 1 Huruf A, UU No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimum Rp. 100 miliar.

Dirjen Penegakan Hukum LHK, Kementerian LHK, Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa pemberantasan perusakan hutan khususnya illegal logging merupakan prioritas KLHK.

Baca Juga :  LPSK RI ajak aksi hening untuk Hari Peringatan dan Penghormatan Internasional kepada korban terorisme

Kejahatan illegal logging di Maluku, Papua serta beberapa wilayah lainnya masih marak terjadi.

“Kami telah menindak 389 kasus illegal logging. Illegal logging tidak hanya merugikan negara, tapi juga mengancam keselamatan manusia, mengganggu kesimbangan alam”, ujar Rasio Ridho Sani./Jbm

Editor ; Seno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *