Ditjen Bina Konstruksi Keluarkan ‘PROTOKOL’ pencegahan Covid-19 Di Proyek Konstruksi

2 min read
Spread the love

Jakarta, JBM.CO.ID | Direktur Jendral (Ditjen) Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) mengeluarkan Protokol pencegahan Covid-19 di proyek konstruksi, yang ditandatangani oleh Trisasongko Widianto.

Melalui pesan WhatsApp Protokol tersebut disampaikan kepada kantor berita Jarrakpos, Selasa (17/3/2020).

Protokol dimaksudkan sebagai pedoman umum bagi pemilik, pengguna, penyelenggara bersama konsultan, kontraktor, subkontraktor, vendor, supplier, dan fabrikator, mandor serta para pekerja dalam mencegah Covid-19 di proyek konstruksi. Selain itu protokol juga menjadi bagian dari keseluruhan kebijakan untuk mewujudkan keselamatan konstruksi, meliputi keselamatan publik dan lingkungan.

Baca Juga :  Gerindra Pacitan, Bakal Kebanjiran Migrasi Anggota DPRD Di Pileg 2024

Protokol diberlakukan di proyek konstruksi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintahan Daerah, BUMN, maupun investasi swasta dan atau gabungan.

Melalui protokol maka, diimbau kepada pemilik, pengguna, penyelenggara bersama konsultan dan kontraktor wajib membentuk satuan tugas pencegahan Covid-19. Satuan tugas (Satgas) tersebut berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang terdiri dari ketua merangkap anggota, dan 4 orang anggota yang mewakili pemilik, pengguna, penyelenggara, konsultan, kontraktor, subkontraktor, Vendor dan supplier.

Satgas memiliki tugas diantaranya melakukan sosialisasi, edukasi, promosi teknik dan metoda pencegahan Covid-19 serta pemeriksaan (examination) potensi terinfeksi kepada semua orang baik para manager, insinyur, arsitek, karyawan, staf, mandor, pekerja atau tamu proyek.

Baca Juga :  SAMBANGI WARGA DESA LEMBONGAN, BHABINKAMTIBMAS SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS

Dijelaskan juga melalui protokol bahwa kontraktor wajib menyediakan ruang klinik di lapangan dilengkapi dengan sarana kesehatan yang memadai seperti tabung oksigen, pengukur suhu tubuh, pengukur tekanan darah, obat-obatan, cuci tangan dengan sabun disinfektan, tisue, masker dan petugas medis. Selain itu kontraktor juga wajib bekerjasama operasional perlindungan kesehatan dan pencegahan Covid-19 dengan Rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat terdekat dengan lapangan proyek untuk tindakan darurat.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Rp 16.550, Mendekati Kondisi Krisis 1998

Satgas dalam pelaksanaan tugasnya wajib memasang poster baik digital maupun fisik tentang imbauan pencegahan Covid-19. Tugas satgas juga melarang seseorang yang sakit dengan indikasi suhu > 38° C datang ke lokasi proyek. Apabila ditemukan seseorang di lokasi proyek terpapar virus Covid-19, petugas medis dan keamanan proyek melakukan evakuasi dan penyemprotan disinfektan pada tempat, fasilitas, pegangan dan peralatan kerja. /Jbm

Editor ; Eno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *