Genap 10 Tahun Kasus Dugaan Pembakaran Rumah Anto Lembu Terkubur Bersama Anak Kandungnya

2 min read
Spread the love

Pada Minggu, 15 Maret 2020

Deli Serdang, JBM.CO.ID | Dugaan kasus pembakaran rumah Kediaman Warsito alias Anto Lembu sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 187 KUHPidana yang menewaskan seorang bocah Perempuan (korban) akibat terjebak di kubangan api yang membakar rumahnya di pertigaan malam Februari 2010 lalu, dengan luka bakar sekujur tubuh, bocah yang saat itu duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar(SD) tak terselamatkan nyawanya dan menghembuskan nafas terakhir di ruang ICU RS.Pirngadi Medan, hingga menyisakan pilu mendalam pasutri antara Warsito alias Anto Lembu dengan Suprawaty.

Baca Juga :  Musdalub, Putra Jaya Umar Pimpin Golkar Tulangbawang Barat

10 Tahun menanti kepastian hukum yang diharapkan pasutri Warsito alias Anto Lembu dengan Suprawaty sejak (19/02/2010) dengan bukti laporan Polisi Sektor Batang Kuis Resor Deli Serdang Polisi Daerah Sumatera Utara nomor LP/06/II/2010/DS Batang Kuis tertanggal 19 Februari 2010 lalu yang memuat tersangka diduga sebagai peleku pembakaran (Eko Syahputra alias Eko_red) dalam SP2HP Nomor : B/211.b/VI/2010/Sat Reskrim, semasa AKP Sugeng Riyadi.SIK saat itu.

Penuh tekat Warsito alias Anto Lembu mengungkapkan kisahnya kepada Transisinews.com Biro Perwakilan Sumut, Terbatah warsito didampingi istri menceritakan kronologi musibah yang menimpanya hingga menewaskan almarhumah anak kandungnya yang masih duduk di bangku kelas IV itu dengan raut wajah penuh luka mendalam.

Baca Juga :  Aji : Soal Rekomendasi, Hanya Menunggu Waktu

“Saat kejadian itu saya sedang bekerja, anak isteri saya dirumah bersama seperti biasanya, dan waktu kejadian itu sebelunya selesai magrib istri saya merayakan hari ulang tahun almarhum dedek (korban), ternyata saat itu adalah hari terakhir anak saya menikmati masa bahagianya”. Ucap Warsito alias Anto Lembu dengan mata berkaca-kaca.

“Waktu itu belum ada tanah garapan seperti yang di issue kan beberapa tahun belakangan ini, kejadian pembakaran yang membuat meninggalnya anak saya itu awal tahun 2010, sedangkan tanah PT (PTPN II) itu mulai digarapi orang (masyarakat) tahun 2013, bagaimana mungkin…?”. Tambah Anto Lembu bertanya-tanya sembari mengangkat tangannya dengan berkata “ya Allah berikanlah surgamu untuk putri kami yang telah engkau ambil” lanjut dipeluk istri yang terisak-isak. (Heri/jbm)

Baca Juga :  Dandim 0801 Pacitan, Buka Festival Pencak Silat

Editor ; Eno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *