BeritaHukum

Kasus Guru BP Nikahi Anak Bawah Umur, Patut di duga Penyidik ada kesengajaan Kaburkan Pasal Perlindungan Anak

DENPASAR,Jbm.co.id|Perkara kasus guru menikahi anak dibawah umur dengan terdakwa I Kadek Sumarsepil (38), semakin hangat menjadi perbincangan publik Karangasem, Bali. Itu tak terlepas dari pasal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar Ni Kadek Driptayanti dan yang disangkakan penyidik dari pihak kepolisian sama sekali tidak memasukkan pasal tentang perlindangan anak.
BAP kepolisian maupun dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum sama sekali tidak memasukkan unsur Pasal 76 (d) dan Pasal 76 (e) Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014 dalam perkara tersebut. Padalah sudah jelas, mantan guru BP salah satu SMP di Kecamatan Selat, Karangasem, itu menikahi anak dibawah umur yang nota bene mantan anak didiknya. Lantas dalam hal ini dikemanakan UU 35/2014, pasal 76D, 76E dan pasal 81???
Ada dugaan, penyidik sengaja mengaburkan Pasal Perlindungan Anak tersebut, itu terlihat karena pasal yang disangkakan di kepolisian dan yang di dakwakan Jaksa Penuntut Umum sebatas pasal pernikahan yang tidak direstui istri pertama sekaligus korban dalam perkara tersebut.
“Jaksa hanya memasang Pasal 279 Ayat (1) KUHP, tentang pernikahan tidak mendapat persetujuan istri, tapi jaksa tidak memasukan unsur ayat (2) ayat (3) yang acaman hukumannya 7 tahun, apalagi dia adalah seorang guru,” ucap I Gede Putu Suastika SH, Rabu (11/3/20). Lucunya lagi JPU dalam Tindak pidana pasal 279 (1) menuntut dalam tuntutannya hanya 2 bulan.
Advokat asal Lingkungan Susuan, Karangasem itu mengaku akan terus memantau perkembangan persidangan pria asal Dusun Yeh He, Desa Sebudi, Selat Karangasem itu. Pasalnya dia melihat persidangan tersebut berjalan agak ganjil, dimana dalam sehari sidang dakwaan digelar, dilanjutkan dengan penuntutan tanpa harus mendengarkan keterangan saksi korban.
“Yang disidangkan itu Pasal 279 ayat (1), lantas kemana ayat ikutannya yang lain? Ini benar-benar persidangan yang aneh,” tohoknya.
Karena ada unsur pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak atas pernikahan itu, Suastika mengaku tidak akan segan-segan untuk kembali melaporkan kasus ini tetunya dengan perkara yang berbeda dengan tersangka yang sama.
“Kita lihat saja nanti, sebagai warga negara yang taat hukum saya berhak untuk melaporkan masalah ini kepada pihak berwajib. Apalagi setatus anak yang masih berusia 16 tahun sangat wajib untuk dilindungi,” ucap Suastika seraya mempertayanyakan terhadap sanksi terhadap pegawai negeri terutama terhadap pendidik yang melakukan perbuatan itu. Dan dalam hal ini pula tanggung jawab para pihak juga akan menjadi sorotan publik khususnya di pemkab Karangasem.

Editor: Effendi | GR

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

7 Comments

  1. 963448 492567I like the valuable information you offer within your articles. Ill bookmark your blog and check once more here regularly. Im quite certain Ill learn several new stuff appropriate here! Good luck for the next! 889510

  2. 33816 14917Wow i like yur website. It truly helped me with the details i wus searching for. Appcriciate it, will bookmark. 495604

  3. 273490 570860Spot up for this write-up, I seriously believe this internet site needs a good deal more consideration. Ill apt to be once a lot more to learn additional, appreciate your that information. 426289

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button