KPK ; Dari Alat Rekam Pajak Online, Bandar Lampung Tingkatkan PAD 145%

2 min read
Spread the love

Pada Selasa, 10 Maret 2020

Jakarta, JBM.CO.ID | Sepanjang tahun 2019 Pemkot Bandar Lampung meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak restoran, hotel dan tempat hiburan senilai Rp65,6 Miliar atau sebesar 145% dari sebelumnya sebesar Rp49,4 Miliar menjadi Rp115 Miliar.

Peningkatan ini diperoleh setelah dilakukan pemasangan 306 alat perekam pajak _online_ atau yang dikenal dengan _tapping box device_ oleh 294 wajib pajak pemilik restoran, hotel, tempat hiburan dan parkir di Kota Bandar Lampung.

Baca Juga :  Andi Surya: Milad Ke 83 Kota Metro, Infrastruktur Kota Wajib Mulus, Aman, Nyaman, Bersih dan Fungsional

Peningkatan PAD dari sektor pajak ini merupakan salah satu program pencegahan korupsi yang didorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diterapkan oleh pemerintah daerah melalui program optimalisasi penerimaan daerah (OPD).

Terkait dengan program tersebut, Pemkot Bandar Lampung telah melakukan inovasi sistem pajak daerah terintegrasi yang bekerja sama dengan Bank Lampung dengan pemasangan alat perekam pajak _online_ pada wajib pajak restoran, hotel dan tempat hiburan sejak 2018.

Alat tersebut akan merekam semua transaksi yang diinput secara _real time_. Dengan sistem tersebut, maka setiap data transaksi dan pembebanan pajak kepada pelanggan yang telah dipungut oleh pengusaha kepada pelanggan dan harus disetor ke kas daerah, secara _online_ masuk dan termonitor oleh Bapenda atau Badan Penerimaan Retribusi dan Pajak Daerah (BPRD) serta bank terkait.

Baca Juga :  MADE TEJA: “SAYA MALU MELIHAT TOKOH SPIRITUAL TERSOHOR DIPERIKSA POLISI”

Sayangnya, dalam implementasinya KPK masih menemukan penyimpangan di lapangan. Di antaranya masih terdapat wajib pajak baik pemilik restoran, tempat hiburan ataupun hotel yang tidak menginput transaksinya ke dalam alat perekam pajak _online_ (_tapping box_) tersebut, sehingga hilang potensi penerimaan yang harusnya disetorkan ke kas daerah. Padahal, pelanggan telah dipungut pajak oleh pengusaha atas transaksi yang dilakukan.

Baca Juga :  PKM DENPASAR, SOMYA : “PENERAPANNYA JANGAN ADA SIKAP AROGANSI APARAT”

Karenanya, KPK mengimbau kepada masyarakat agar memastikan setiap bertransaksi di restoran, hotel dan tempat hiburan yang sudah terpasang _tapping box device_ supaya tercatat/terinput ke dalam alat perekam, sehingga pajak yang telah dipungut disetorkan ke kas daerah. /hmsKPK/JBM

Editor ; Eno

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *