Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sumsel Meminta Pihak Kepolisian Tindak Tegas Atas Pengeroyokan Terhadap Wartawan di Banyuasin

2 min read
Spread the love

Banyuasin Sumsel, JBM.CO.ID | Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Selatan mendesak kepolisian segera menidak tegas pelaku yang diduga telah melakukan tindakan pengeroyokan terhadap salah satu wartawan online pada saat melakukan peliputan di kawasan Banyuasin pada Minggu (8/03/2020).

Ketua IWO Sumsel, Sonny Kushardian, mengatakan pihaknya sangat mengecam adanya aksi kekerasan dan pengeroyokan yang di nilai pihaknya sangat biadab terhadap Wartawan berinisial DI yang diketahui bahwa saudara DI adalah salah satu wartawan dari media online adaberitanet.com yang sedang melakukan peliputan penambangan pasir di Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun.

Baca Juga :  AKSI SOSIAL COVID-19: PUTU SUPADMA RUDANA FOR MASYARAKAT BALI

“Kami menuntut polisi untuk dapat bekerja secara optimal guna menciptakan rasa aman pada warga Banyuasin, utamanya kalangan jurnalis karena dalam melaksanakan tugasnya wartawan dilindungi hukum yakni UU no 40 Tahun 1999. Jadi untuk itu kita meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap wartawan dan mengusut tuntas atas kejadian tersebut, bila tidak mampu, kami secara terbuka akan menyatakan mosi tidak percaya pada Kapolda Sumsel,” ujar Sonny.

Sonny menambahkan bahwa ” Pihaknya saat ini akan membentuk tim investigasi dan segera melakukan pendampingan hukum terkait kejadian ini, karena Korban DI merupakan anggota IWO Sumsel.

“Oleh karena itu, maka kita melalu Biro Hukum IWO Sumsel akan segera melakukan pendampingan Hukum terhadap yang bersangkutan”tegasnya.

Kejadian bermula saat DI sedang melakukan peliputan dilokasi penambangan pasir di Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun adanya penambangan pasir di desa namun tidak jelas kontribusinya seperti apa kemasyarakat.

Baca Juga :  NEW NORMAL: DI JEMBRANA, GUBERNUR KOSTER AJAK MASYARAKAT DISIPLIN TERAPKAN PROKES

“Menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Lebung terkait adanya aktifitas penambangan pasir hampir dua tahun ini berlangsung tidak jelas kemana kontribusinya ke desa, namun setibanya di dusun gemanpo Desa Rantau harapan saat sedang mengambil gambar dari atas perahu datang Speedboat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang saya naiki,” kata DI.

Akibat benturan dwngan Speedboat tersebut sambung ir dirinya langsung terpental ke sungai, untung handphone tidak terlepas dari tangan, tidak cukup disitu pelaku lebih kurang enam orang secara biadab membabi buta langsung mengeroyok, memukul, menendang berkali.

Baca Juga :  TAMPUK PIMPINAN LAPAS CIBINONG DARI AGUNG KRISNA DISERAHKAN KE SAPTO WINARNO

“Saya berusaha berpegangan di ujung perahu, melihat saya masih memegang Handphone (Hp) beberapa pelaku langsung memukul dengan mengunakan besi behel bergagang bambu berkali – kali ke katangan kiri saya, sampai hp saya terlepas masuk ke dalam sungai,” jelas DI.

Atas kejadian tersebut DI mengalami luka robek jari tangan tangan sebelah kiri, lembam di kepala bagian kiri, ngilu di bagian bahu sebelah kiri dan telah melaporkan kejadian tersebut ke SPK Mapolres Banyuasin. berharap pelaku dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.(DN)

Editor: Effendi | GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *