Connect with us

Berita

Selesai Pendidikan Sejatinya Baru Awal Dimulainya Karier Prajurit

Published

on

Magelang, JBM.CO.ID | Selesai mengikuti pendidikan pertama bukan berarti tuntas sudah kewajiban sebagai prajurit. Tapi selesai pendidikan pertama sejatinya justru awal dimulainya karier sebagai prajurit.

“Para Bintara sudah diberikan pembekalan materi tentang dasar keprajuritan golongan Bintara. Ini adalah bekal awal dalam pengabdian agar menjadi prajurit yang tangguh, kuat, profesional, dicintai dan mencintai rakyat, serta mampu melaksanakan tugas dengan baik”, papar Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., saat melantik Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD TA. 2019 di Lapangan Secaba Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Sabtu (22/2/2020).

Deterangkan pula bahwa para Bintara nantinya akan menjadi seorang Komandan Regu (Danru) yang sekaligus juga akan menjadi guru, pelatih dan bapak bagi bawahannya. Seorang Bintara harus memiliki kemampuan dan ketrampilan yang baik dengan disertai disiplin, loyalitas, semangat dan rasa optimisme yang tinggi.

Baca Juga :  Ops Aman Nusa II Penanggulangan COVID-19 Kembali Lakukan Patroli Dialogis di Bengkong

“Konsekuensi dan tanggung jawab seorang Bintara cukup berat. Selain sebagai tulang punggung Satuan, juga sebagai jembatan antara Perwira dan Tamtama. Untuk itu, seorang Bintara harus bisa menelaah perintah yang diberikan Perwira atasannya dan menyampaikan perintah tersebut dengan jelas dan benar agar bisa dimengerti dan dilaksanakan bawahannya”, terang Jenderal bintang dua.

Orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro itu berpesan agar Bintara muda TNI AD yang baru dilantik untuk senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam menjalankan tugas disatuan. Jadilah patriot pembela kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Yuwin Punya Harapan Dirikan Industri Kecil Pembuatan Garam Di Pacitan

Kepada Danrindam beserta staf, para Gumil dan Pelatih, Pangdam mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas terselenggaranya pendidikan ini. Lakukan evaluasi terhadap sistem dan kurikulum pendidikan guna meningkatkan kualitas hasil didik, serta koordinasi dengan Satuan pengguna, pungkasnya.

Lulus terbaik pada Dikmaba TA. 2019 Serda Kusyanto yang orang tuanya sebagai Wiraswasta, disusul Serda Fadil Imani anak seorang PNS, Serda Arief Wicaksono anak seorang buruh, dan Serda Arif Gilar Saputra anak seorang Polri.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto yang juga hadir dalam acara tersebut menuturkan, bahwa menjadi prajurit TNI itu adalah pilihan. Setiap warga negara Indonesia memiliki kesempatan dan peluang yang sama.

“Melihat dari lulusan terbaik Dikmaba PK TA. 2019, menunjukkan bahwa tidak benar bila menjadi prajurit TNI AD itu hanya untuk kalangan tertentu saja. Semua memiliki kesempatan dan peluang yang sama, mau itu anak TNI, Polri, Guru, Petani, Wiraswasta, Buruh dan sebagainya, asal memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku”, jelasnya.

Baca Juga :  Tim Gugas Pemprov Lampung dan Komunitas Suzuki Katana Jimny Indonesia Lampung Adakan Baksos dan Bagi Sembako di Jati Agung Lamsel

Ditambahkan, saat ini juga sudah dibuka pendaftaran Calon Tamtama Gelombang I TA. 2020. Kepada para pemuda yang ingin mendedikasikan dirinya menjadi prajurit TNI AD, segera persiapkan diri dan segeralah mendaftar ke Ajendam atau Ajenrem terdekat.

Hadir dalam kegiatan penutupan Dikmaba, Irdam, Danrindam, para Asisten dan Kabalakdam IV/Diponegoro, Fokopimda Kota dan Kabupaten Magelang serta orang tua dan keluarga besar mantan siswa. /JBM

Editor ; Eno

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kamladu Pacitan, Ingatkan Tinggi Gelombang Capai 6 Meter

Published

on

By

Pacitan, www.jbm.id- Kondisi cuaca di Kabupaten Pacitan, masih perlu kewaspadaan lebih dari masyarakat, utamanya para nelayan. Mengingat dalam waktu singkat perubahan cuaca ekstrim masih akan berlangsung.

Komandan Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Kabupaten Pacitan, Pelda Eden Totok Budianto, dalam siaran persnya mengatakan, saat ini cuaca cerah berawan. Suhu udara diantara 23 derajat celsius hingga 30 derajat celcius. Tingkat kelembapan berkisar 95 persen hingga 60 persen. “Kecepatan angin 7 – 20 km/jam, dan angin berhembus dari Timur. Tinggi gelombang atau ombak 4 – 6 Meter,” ujarnya, Senin (13/7).

Baca Juga :  Kasus Posisitf COVID-19 22.271, Pasien Dinyatakan Sembuh Menjadi 5.402 Bertambah 135 Orang

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara singkat serta peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. “Saat ini tinggi gelombang mencapai 6 meter,” sebutnya.

Totok menekankan, agar masyarakat siap siaga dalam mengahadapi bencana. “Kenali ancamannya, kurangi resikonya dan siapkan strateginya. Siap untuk selamat dan menjadi budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga alam sehingga alam akan menjaga kita,” tandasnya. (yun).

Continue Reading

Berita

Projo Pacitan: Semua Bakal Calon Diharapkan Bisa Bersinergi, Jangan Saling Serang

Published

on

By

Pacitan, www.jbm.id- Ketua Projo ( Pro Jokowi) Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon, kembali buka mulut seputar Pilbup 2020.

Kali ini, John memberikan masukan kepada semua bakal calon, utamanya yang hendak berangkat dari Partai Demokrat, agar mereka bisa lebih akur dan bersinergi. “Saat ini, semua masih belum jelas. Siapa lawan dan siapa kawan, semua masih abu-abu,” kata mantan anggota DPRD Pacitan masa jabatan 1999-2004 ini, Senin (13/7).

Baca Juga :  Ops Aman Nusa II Penanggulangan COVID-19 Kembali Lakukan Patroli Dialogis di Bengkong

Dengan begitu, tak perlu ada kompetisi yang sengit. Sebab legalitas pencalonan mereka masih belum jelas. Yang selama ini mungkin masif melakukan pergerakan, namun kalau pada akhirnya nanti tidak mendapat rekomendasi pencalonan, tentu niatnya untuk maju sebagai calon bupati, akhirnya pupus. “Begitupun bagi yang selama ini terkesan silent, namun apabila dipenghujung waktu nanti mendapatkan rekomendasi, ya sebaiknya untuk dihargai dan didukung penuh prosesnya menuju Pilbup,” jelas John Vera.

Baca Juga :  Tim Gugas Pemprov Lampung dan Komunitas Suzuki Katana Jimny Indonesia Lampung Adakan Baksos dan Bagi Sembako di Jati Agung Lamsel

Menurut John, sebaiknya semua bakal calon yang saat ini masih menunggu kepastian rekomendasi pencalonan, bisa bersinergi dan jangan saling serang satu dengan lainnya.

Kalau bisa, mereka saling bergandeng tangan, bersama-sama mengunjungi masyarakat. “Sehingga nantinya, siapapun yang akan berhasil mendapatkan rekomendasi, itulah yang sama-sama didukung.

Tapi kalau saat ini sudah nampak tensi persaingan, pada akhirnya nanti mereka yang tidak terekomendasi akan menyeberang mendukung calon yang diusung oleh partai politik lainnya. Nah, ini yang seharusnya dijadikan perhatian bagi semua bakal calon dari Partai Demokrat, untuk mensolidkan langkah. Sebab sekali lagi, semuanya masih belum jelas. Siapa kawan dan siapa lawan,” tukasnya. (yun).

Continue Reading

Berita

BULELENG DAPATKAN HIBAH ASET TANAH DAN BANGUNAN DARI PEMPROV BALI

Published

on

By

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Pemkab Buleleng mendapatkan hibah beberapa aset milik Pemprov Bali yang ada di Buleleng. Usaha permohonan dilakukan sebagai upaya penataan aset yang ada di Kabupaten Buleleng.

Tercatat ada 19 bidang tanah dan tujuh bangunan yang dihibahkan Pemprov Bali ke Pemkab Buleleng. Semuanya dimanfaatkan untuk fasilitas umum dan sarana kepentingan masyarakat lainnya.

Dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menjelaskan usaha ini sebagai langkah penertiban dan pemanfaatan aset yang ada. Di satu sisi, penertiban dalam rangka penataan aset yang berhubungan dengan mata anggaran yang dianggarkan. Secara administratif, permohonan hibah dan juga hibah harus dilakukan. “Agar tidak terjadi kesalahan penataan aset dan pemberian anggaran pada aset itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Peran Media Massa Ubah Perilaku Masyarakat dalam Menyikapi Pandemi

Kedua adalah langkah untuk menghindari terjadinya pembiaran menyangkut fungsi dari aset tersebut. Aset-aset yang diterima bisa difungsikan misalnya sebagai taman, fasilitas umum, dan kantor. Tidak ada lahan-lahan ataupun bangunan yang terbengkalai lagi. “Ini kan bisa dimanfaatkan. Yang jelas ini sangat bermanfaat bagi kita khususnya masyarakat Buleleng,” ujar Agus.

Agus Suradnyana pun mengungkapkan ke depan Pemkab Buleleng akan menanyakan aset-aset yang masih dalam lelang bank ataupun yang masih dalam sengketa untuk bisa dimanfaatkan. Utamanya aset-aset yang berada di Kota Singaraja. Misalnya, untuk memperindah wajah kota seperti pembuatan taman. Agar tidak terjadi kekumuhan di kota. Pemkab Buleleng akan bersurat kepada Pemprov Bali untuk menanyakan hal ini.

Baca Juga :  Tim Gugas Pemprov Lampung dan Komunitas Suzuki Katana Jimny Indonesia Lampung Adakan Baksos dan Bagi Sembako di Jati Agung Lamsel

“Kalau sudah selesai sengketanya, mau diambil lagi ya silahkan. Paling kita menata ringan saja. Seperti kebun-kebun dan pohon-pohon agar lebih rindang,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini menambahkan khusus untuk aset-aset milik Pemprov Bali, telah memberikan manfaat yang luar biasa untuk Buleleng. Seperti ada untuk Taman Bung Karno dan Taman Yuwana Asri. Banyak yang sudah bisa dimanfaatkan. Ada pula aset-aset besar yang diharapkan bisa menggerakkan aspek ekonomi. Contohnya adalah tanah di Pemuteran. Pemanfaatan aset tanah di Pemuteran harus cepat dicarikan jalan keluar sehingga ada keleluasaan untuk mencarikan investor yang mau berinvestasi disana.

Baca Juga :  Kasus Posisitf COVID-19 22.271, Pasien Dinyatakan Sembuh Menjadi 5.402 Bertambah 135 Orang

“Agar bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tanah tersebut bisa memberikan manfaat bagi kondisi pariwisata dan sekaligus mendorong perekonomian di Kabupaten Buleleng. Ini ke depan akan saya usulkan setelah hibah pertama dan kedua selesai,” pungkas Agus.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending