FPPS Minta Kasman Gerak Cepat Tangani Korban Bencana

3 min read

Foto : Demo masyarakat Sirenja di depan kantor Camat Sirenja, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah terkait lambatnya penanganan pasca bencana alam dan tsunami. (Doc. Jbm/Darwis)

Spread the love

JBM – DONGGALA – Forum Pemuda Peduli Sirenja (FPPS) bersama warga korban bencana alam se-Kecamatan Sirenja menggelar aksi damai di depan Kantor Camat Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah yang menuntut keseriusan Pemkab Donggala dalam penanganan pasca bencana alam 28 September 2018 silam. Rabu (12/2/2020)

Dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan mobil massa demostran berjumlah 150 orang langsung bergerak menuju ke Kantor Camat Sirenja untuk menyampaikan protes kerasnya terkait leletnya Pemkab Donggala dalam menangani kondisi masyarakat pasca bencana alam.

Dalam aksi damai itu pun korlap Ical dalam orasinya mengutuk keras sikap Pemkab Donggala dibawah kepemimpinan Bupati Kasman Lassa yang diduga terlalu lambat bergerak dalam proses penanganan korban bencana alam. Sengaja warga datang di Kantor Camat, agar pihak Pemerintah Kecamatan Sirenja dapat memfasilitasi pertemuan masyarakat Sirenja dengan Pemda Donggala.

“Kami minta kepada Camat Sirenja segera menyampaikan kepada Bupati Kasman dan DPRD Donggala, untuk membahas permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan pasca bencana 28 September 2018 silam di Kecamatan Sirenja.” Terangnya.

Baca Juga :  NEW NORMAL: DI BULELENG SEKTOR PASAR AKAN LEBIH DIPERKETAT

Ical juga menegaskan, banyak masalah terkait penanganan pasca bencana alam gempa bumi dan tsunami yang belum di realisasi oleh Pemkab Donggala kepada warga yang menjadi korban. Seperti status penerima dana stimulan, penerimaan dana Jadup, pembangunan Huntap dan relokasi masyarakat yang terkena banjir Rob.

Selain itu, masyarakat juga minta kepada Pemkab Donggala segera menetapkan Desa Lompio, Tompe dan Tanjung Padang sebagai status great A yang sampai detik ini belum ada kepastian. Padahal, Pemerintah RI melalui Presiden Joki Widodo sudah menginstrusikan kepada Pemkab Donggala untuk segera di tuntaskan secepatnya proses pemulihan pasca bencana. Ungkapnya.

Massa aksi juga mengingatkan dan memberi peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Donggala agan jangan bermain-main soal urusan pembebasan lahan untuk kepentingan relokasi dan Huntap, bagi pengungsi yang masih tinggal di Huntara dan yang rumahnya sudah terendam banjir rob.

“Secepatnya untuk memberikan status lahan pembangunan dan menetapkan lokasi yang menjadi lahan relokasi Huntap, serta masih banyak aspirasi-aspirasi lainnya yang kami sampaikan di hadapan Pemerintah baik itu Bupati mau pun DPRD Donggala. Kami sudah menderita hidup dalam kondisi yang memprihatinkan dan jangan lagi di permainkan oleh oknum pejabat yang mencoba mencari keuntungan atas derita yang kami alami selama ini..” Kata salah seorang demostran.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SKPD BULELENG RAMAI-RAMAI "SERANG" CORONA DENGAN SEMPROTAN DISINFEKTAN

Ditempat itu, Kapolsek Sirenja IPTU P. Sihotang yang bertugas mengawal aksi demo mengatakan, massa demostran di terima langsung Camat Sirenja, Hasran. Dan berjanji untuk menyampaikan kepada Bupati Donggala seluruh tuntutan warga yang berdemo.

“Saya selaku Camat, akan memfasilitasi warga korban bencana alam di Kecamatan Sirenja untuk datang ke gedung DPRD dan Pemerintah Kabupaten Donggala. Saya bersama Kades dan BPD se-Kecamatan Sirenja akan mendampingi warga sekalian untuk ke Donggala sana.” Kata Hasran di hadapan para warga yang berdemo di kantornya.

(Doc. Jbm/Darwis)

Dan rencananya kata Ical, Kamis, 13 Februari 2020 warga Sirenja dari 13 desa akan berangkat menuju ke Banawa untuk bertemu para anggota DPRD Donggala menyampaikan permasalahan ini agar bisa di sikapi agar DPRD segera memanggil Bupati Donggala untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah ini.

Baca Juga :  Andi Surya Membuka Turnamen Sepakbola Karangrejo Bersatu Dengan Hadiah Tunai dan Beasiswa

“Kamis besok kita akan ke Donggala, bertemu pimpinan dewan dan para anggotanya untuk melaporkan masalah ini. Karena kami menganggap Pemkab Donggala tidak becus dalam mengurusi rakyatnya yang ada di Sirenja. Sudah setahun lebih kami menderita, kok Bupati srperti tidak ada perhatiannya.” Cetus Ical.

Melalui Forum Pemuda Peduli Sirenja (FPPS) ini, Ical menambahkan tetap akan mengawal 200 warga dari 13 desa se-Kecamatan Sirenja bersama Camat, Kepala Desa dan BPD menuju ke gedung DPRD Donggala.

(Doc. Jbm/Darwis)

Usai menyampaikan tuntutannya dan berdialog dengan Camat Sirenja, seluruh massa akhirnya membubarkan diri dalam keadaan aman dan terkendali dan dikawal personil Polsek Sirenja di pimpin langsung Kapolsek IPTU. P. Sihotang.

 

 

Penulis : Darwis 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *