OTT Komisioner KPU Dan Sidoarjo Tanpa Izin Penyadapan Dewan Pengawas KPK

2 min read
Spread the love

Jakarta, JBM.CO.ID—Dua Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tanpa seizin dari Dewan Pengawas KPK.

“Karena masih transisional dari UU lama ke UU baru, Dewas dapat memahami langkah pimpinan KPK,” ujar anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris, Rabu, (08/01/2020).

Menurut dia, kemungkinan besar dua OTT yang dilakukan KPK merupakan hasil penyelidikan dari KPK era Agus Rahardjo. Menurutnya, saat ini Dewan Pengawas KPK berpedoman kepada UU Nomor 19 Tahun 2019.

Baca Juga :  ASN Boleh Hadir Di Kampanye Pasangan Calon

Dia menegaskan, jika Dewan Pengawas KPK belum efektif bekerja karena Peraturan Presiden (Perpres) tentang organ Dewan Pengawas KPK baru diteken Presiden Joko Widodo.

“Terkait OTT KPK di Sidoarjo maupun Komisioner KPU tidak ada permintaan izin penyadapan kepada Dewas. KPK masih menggunakan prosedur UU yang lama. Sangat mungkin penyelidikan dan penyadapan sudah berlangsung sejak kepemimpinan KPK jilid 4 (Pak Agus cs). Dewas sendiri belum memiliki organ karena Perpres tentang organ Dewas baru turun,” ucap Syamsuddin.

Baca Juga :  TEC Sosialisasikan Perda No 1 Tahun 2016 Tentang Pedoman Rembuk Desa Dalam Pencegahan Konflik Di Provinsi Lampung

Sebelumnya, OTT pertama dilakukan KPK pada Selasa (07/01/2020) malam terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Dia diduga terlibat transaksi suap terkait pengadaan barang dan jasa di daerahnya. Lantas OTT kedua berlangsung pada Rabu (08/01/2020) hari ini. Komisioner KPU Wahyu Setiawan juga terlibat transaksi suap.

Dewas KPK memang sebenarnya sedang dalam induksi atau masa pengenalan tentang tugas-tugasnya, termasuk seluk-beluk KPK sejak Senin (06/01/2020) dan berakhir pada Rabu (08/01/2020). Padahal peran Dewas KPK cukup penting dalam penindakan KPK terkait OTT bila menilik Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 yang merupakan revisi dari UU KPK lama, yaitu UU Nomor 30 Tahun 2002. Dalam UU baru itu terdapat peran Dewas KPK berkaitan dengan pemberian izin penyadapan. (JBM)

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DINYATAKAN SEHAT, 140 ORANG PMI ASAL BULELENG DIPULANGKAN

Editor ; Seno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.