Mutu Hasil Rehab Jembatan Desa Restu Rahayu Lampung Timur Anggaran 2019, Dipertanyakan

3 min read
Spread the love

Lampung Timur, JBM.CO.ID—Dikabarkan Jembatan Desa Restu Rahayu Dusun 1 menuju Rejo Katon Dusun 7 Kecamatan Raman Utara yang mengalami ambrol setelah direhab oleh CV. tiga Putri kini telah selesai diperbaiki.

Perbaikan ulang  jembatan tersebut yang sebelumnya mengalami ambrol usai di rehab oleh pihak rekanan, mendapat tanggapan dari LSM di Kabupaten Lampung Timur, disampaikan oleh ketua LSM KAMPUD Fitri Andi, pihaknya akan mempertanyakan mutu dan kualitas hasil  pekerjaan perbaikan jembatan yang menjadi penghubung Dua Desa, Resturahayu dan Rejokaton, pasalnya pekerjaan tersebut terkesan terburu-buru dikerjakan, mengejar waktu kontrak pelaksanaan yang akan berakhir, Kamis (2/1/2020).

Foto ; Proses pelaksanaan pengecoran pada proyek Rehabilitasi Jembatan Desa Restu Rahayu usai mengalami ambrol. Rec.dok/

“Kami akan pertanyakan kepada pihak Dinas PUPR Lampung Timur bersama dengan hasil pelaksanaan proyek-proyek Tahun 2019 yang lain, tentang mutu dan kualitas hasil pekerjaan, kalau proyek dikerjakan terburu-buru dampaknya tidak mengedepankan kualitas pekerjaan, apalagi untuk mengejar waktu kontrak akhir Tahun  selesai, kita mengharapkan hasil proyek-proyek yang dikerjakan seluruh rekanan di Lampung Timur ada mutu dan kualitasnya, jangan cuma selesai begitu saja, dan dapat keuntungan, tapi hasilnya tidak lama proyek sudah hancur lagi”, ungkap Andi.

Baca Juga :  SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMATERA SELATAN

Selain mempertanyakan mutu dan kualitas hasil pekerjaan, Fitri Andi juga menyayangkan, kesan kurang profesional pihak rekanan pelaksana yang mengerjakan proyek rehab Jembatan Resturahayu menuju Rejo Katon, dikabarkan pihak kontraktor menyerahkan sepenuhnya pekerjaan tersebut kepada warga sekitar untuk melaksanakan pengerjaan proyek tersebut, baik dari Mandor/kepala tukang dan pekerja hariannya, jika semua komponen pelaksana proyek diserahkan oleh Warga yang bukan menjadi tenaga ahli, tenaga tetap sesuai kompetensi yang tercantum di perusahan CV Tiga Putri berarti proses tender hanya menjadi syarat formalitas memenuhi administrasi saja. Apa fungsinya pengawasan dari Pihak Dinas PUPR Lampung Timur dan ada Konsultan pengawas.

Baca Juga :  INFO DEWAN: SIDAK PUSKESMAS I BUSUNGBIU, DEWAN USULKAN PEMERATAAN TENAGA DOKTER

“Boleh saja rekanan menyerap tenaga kerja pelaksana proyek dari warga sekitar, namun jika seluruh komponen pelaksana pekerjaan proyek diserahkan kepada warga yang bukan sebagai tenaga ahli, tenaga terampil tetap perusahaan, sesuai yang dipersyaratkan pada saat proses tender berarti syarat tender yang menginstruksikan peserta tender harus memiliki tenaga ahli, tenaga terampil, tenaga tetap yang dibuktikan melalui Surat keterangan tenaga ahli dan tenaga terampil hanya formalitas sifatnya, patut diduga fungsi pengawasan dari Dinas PUPR Lamtim dan Konsultan pengawas tidak berjalan dengan baik dan profesional, terkesan ada main mata antara kontraktor pelaksana, pihak Dinas dan Konsultan pengawas, hal ini akan berdampak pada hasil pekerjaan tentang mutu dan kualitas, jangan sampai baru berapa Minggu pekerjaan sudah banyak yang hancur”, tanya dan harap Andi.

Masih lanjut Andi, proyek-proyek yang tidak lama umurnya, biasanya disebabkan karena metode pelaksanaan pekerjaanya Tidak sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Ketua KPU Pacitan : Masa Jabatan Paslon Terpilih Di Pilbup 2020 Hanya Sampai Tahun 2024

“Bisa kita pantau bersama di lokasi proyek saja tidak dipasang plang nama proyek, apalagi metode pelaksanaan pengerjaanya, patut diduga pengerjaan pengecoran tidak mempertimbangkan mutu kualitas beton, mutu pengecetan, pembesian dan pasangan batu pondasi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja”, tutupnya.

Foto ; Jembatan Desa Restu Rahayu Lampung Timur sebelum diperbaiki oleh pihak rekanan, Rec.dok/

Diberitakan sebelumnya proyek Rehabilitasi Jembatan Desa Restu Rahayu menuju Rejo Katon Dusun 7 Kecamatan Raman Utara  (26/12/2019), di tender oleh Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Lampung Timur di LPSE Provinsi Lampung Senilai Rp. 326.057.759 diikuti oleh 11 perusahaan peserta tender dan dimenangkan CV. Tiga Putri. Untuk Tahun Anggaran 2019 Dinas PUPR melalui UKPBJ Lampung Timur telah melelang 238 paket proyek infrastruktur. (JBM)

Editor : Seno 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.