Pengamat Curiga Tito Karnavian Lindungi Otak Teror Air Keras ke Novel Baswedan

2 min read
Spread the love

JAKARTA – JBM.co.id – Pengamat intelijen dan teroris, Al Chaidar kurang percaya jika dua anggota polisi aktif jadi pelaku sebenarnya penyerangan air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Ini sangat berbahaya jika polisi berpolitik dan partisan,” kata Al Chaidar, Sabtu, (28/12/2019).

Ia curiga eks Kapolri Tito Karnavian terkesan melindungi pelaku. Pasalnya kata dia, pengungkapan kasus Novel Baswedan baru dilakukan saat Idham Azis naik jadi Kapolri.

Baca Juga :  Bamsoet Dorong Kalangan Millenial Majukan Dunia UMKM

“Iya ada kemungkinan begitu (Tito yang melindungi pelaku),” ungkapnya.

Sebelumnya, Polri membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta. Namun, hingga masa kerja tim itu berakhir, pelaku saat itu tidak berhasil ditangkap.

Presiden Joko Widodo juga sempat memberi target ke Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam tiga bulan. Target itu diberikan Jokowi pada 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Baca Juga :  Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah Bisa Diisi Non-PNS Apalagi POLRI ,TNI.atau JAKSA yang Punya Pengalaman Di Bidangnya Menurut Direktur Lsm Jarrak Berpendapat Tidak Perlu Mundur Sepanjang ada INPRES dan PP

Hingga akhirnya, pelaku berhasil diamankan pada Kamis malam (26/12). di kawasan Jalan Cimanggis Depok. Jawa Barat. Pelaku merupakan anggota polisi yang aktif.

Diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah.

Baca Juga :  DJP Bali Kick Off Sosialisasi Tax Refund Bagi Turis di Bali

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *