Politikus Gerindra Sebut Ada Kasus Korupsi yang Lebih Besar dari e-KTP

2 min read
Spread the love

JAKARTAJBM.co.id – Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan bahwa ada kasus korupsi yang jauh lebih besar dibandingkan e-KTP.

Menurut dia, selama ini banyak kejanggalan keuangan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Contohnya Jiwasraya. Jiwasraya itu utangnya hampir Rp49 triliun, asetnya hanya sekitar Rp 25 triliun. Jadi ada selisih antara aset dan utang itu Rp 24 triliun,” katanya di Jakarta, Selasa, (10/12/2019).

Baca Juga :  ANGGOTA KODIM TABANAN DIKASIH PENYULUHAN HUKUM

Sementara, lanjut dia, tagihan yang harus dibayar oleh Jiwasraya kepada nasabah pada tahun 2019-2020 ini adalah sebesar Rp 16 triliun. Uang sebanyak itu harus dibayar kepada 7 juta orang nasabah.

Hal inilah menurut dia adalah merupakan salah satu PR besar bagi Menteri Negara BUMN, Erick Thohir saat ini.

“Saya tahu Pak Erick Thohir sudah melaporkan hal ini ke Kejaksaan Agung agar penyalahgunaan kewenangan oleh direksi atau manajemen itu bisa diproses secara hukum. Lalu beliau juga sudah menginstruksikan manajemen baru untuk klasifikasi mana investasi riil, mana investasi bodong. Dan beliau melakukan upaya perbaikan dan juga upaya untuk melakukan penjualan aset untuk bisa mendapatkan uang untuk membayar tagihan yang jatuh tempo. Tapikan rakyat ataupun nasabah butuh kepastian. Kira-kira timetable-nya seperti apa,” urainya.

Baca Juga :  DEWA JACK: “ORANG MISKIN LANGSUNG DITANGKAP, TAPI ORANG KAYA DIBIARKAN SAJA”

Dia menegaskan pihaknya berencana akan memanggil Menteri PUPR, Erick Thohir dan direksi Jiwasraya untuk meminta penjelasan tersebut.

“Karena Rp 16 triliun uangnya (Tagihan yang harus dibayar kepada nasabah 2019-2020). Ini rasa saya skandal yang jauh lebih besar dari pada Century, dan kasus-kasus lainnya yang masih banyak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.