Sri Mulyani Minta Bantuan KPK Awasi Pegawai Pajak

2 min read
Spread the love

JAKARTAJBM.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut mengawasi dan mendampingi para pegawai yang bertugas di bagian penerimaan negara.

“Kalau yang dipegang itu kewenangan yang memiliki value atau nilai yang besar, maka orang-orang tersebut itu harus dijaga. Bukan diawasi atau dicurigai, tapi dijaga,” kata Sri Mulyani di depan pimpinan KPK dalam acar Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (09/12/2019).

Baca Juga :  Viral, Sembako Untuk Bantuan Warga Seharga 13.6 Miliar Ditimbun Hingga Rusak

Sri Mulyani mencontohkan pegawai bagian pemeriksaan di Kantor Pajak Pratama. Posisi ini, kata Sri, merupakan pos yang rawan yang mereka berhadapan dengan wajib pajak yang diperiksa.

Pasalnya kata dia, pegawai pajak sekalipun digaji berapapun cenderung tergoda karena penerimaan negara dari sektor pajak mencapai ribuan triliun.

“Jadi kalau ngomong cukup atau enggak cukup, itu masalah tamak atau enggak tamak aja gitu.”

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: SATGAS PAMTAS YONIF RK 744/SYB GELAR DONOR DARAH

Untuk itulah, Sri Mulyani menilai tugas paling berat dari KPK adalah memindahkan mindset untuk menciptakan masyarakat yang based on trust. Jika masyarakat didominasi oleh ketakutan apalagi ancaman, kata dia, maka seluruh sistem akan mengikuti cara seperti itu. “Itu very high cost,” ujarnya.

Sri Mulyani percaya bahwa 97,5 persen pejabat negara adalah orang yang baik. Kelompok inilah, kata Sri, yang harus dirangkul Sri agar mereka sama-sama menjaga penerimaan negara. “Kalau ASN merasa (KPK) ini partner-nya, maka akan terjadi trust,” kata dia.

Baca Juga :  DPP IMO-Indonesia Akan Kukuhkan DPW Secara Kolektif

Dalam suatu masyarakat atau bangsa yang memiliki kepercayaan, Sri Mulyani pun percaya ekonomi negaranya akan maju dengan luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *