Hukuman Mati Terhadap Koruptor, Ini Kata Presiden Jokowi ;

2 min read

Jakarta, JBM.CO.ID—Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa aturan hukuman mati untuk koruptor bisa saja diterapkan jika memang ada kehendak yang kuat dari masyarakat.

Menurut Jokowi, penerapan hukuman mati dapat diatur sebagai salah satu sanksi pemidanaan dalam Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melalui mekanisme revisi di DPR.

“Itu yang pertama kehendak masyarakat, kalau masyarakat berkehendak seperti itu dalam rancangan UU pidana tipikor, itu (bisa) dimasukkan,” kata Jokowi usai menghadiri pentas drama ‘Prestasi Tanpa Korupsi’ di SMK 57, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Baca Juga :  STN : Jangan Kasih Ruang Bebas Bagi Pelaku Yang Diduga Telah Melakukan Penyiraman Air Keras Terhadap Anggota STN...!!! USUT TUNTAS SAMPAI AKARNYA

Jokowi meyakini, jika ada keinginan dan dorongan kuat dari masyarakat, maka DPR akan mendengar. Namun, ia menekankan, semuanya akan kembali pada komitmen sembilan fraksi di DPR.

“Sekali lagi juga termasuk yang ada di legislatif,” kata dia.

Saat ditanya apakah pemerintah akan menginisiasi rancangan atau revisi UU yang memasukkan aturan soal hukuman mati bagi koruptor, Jokowi tak menjawab dengan tegas.

Menurut Jokowi, hal itu kembali berpulang pada kehendak masyarakat.

Baca Juga :  KAKANWIL KUMHAM JABAR TINJAU LAHAN HIBAH PEMKAB GARUT DI KAKI GUNUNG GUNTUR

“Ya bisa saja (pemerintah inisiasi) kalau jadi kehendak masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Jokowi sempat mendapat pertanyaan dari siswa SMK 57 mengenai hukum di Indonesia yang tak tegas terhadap koruptor. Pertanyaan itu diajukan siswa kelas XII Jurusan Tata Boga bernama Harley Hermansyah.

“Kenapa negara kita dalam mengatasi koruptor tidak terlalu tegas, kenapa tidak berani seperti di negara maju misalnya dihukum mati,” kata Harley.

Pertanyaan Harley itu langsung diapresiasi oleh semua siswa yang hadir. Mereka kompak bertepuk tangan. Sementara Presiden Jokowi awalnya tertawa kecil mendengar pertanyaan itu.

Baca Juga :  KORUPSI: KASUS BUMDES TIRTASARI DIBUKA KEMBALI, POLISI BURU PENILEP RP 76 JUTA

Jokowi lalu menjelaskan bahwa undang-undang yang ada saat ini memang tidak mengatur hukuman mati terhadap koruptor.

“Ya kalau di undang-undangnya memang ada yang korupsi dihukum mati itu akan dilakukan. Tapi, di UU tidak ada yang korupsi dihukum mati,” kata Jokowi. (jbm)

Sumber : Jarrak.id |

Editor : Seno

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *