JAKARTAJBM.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir resmi mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara menyusul penyelundupan Harley Davidson dan Brompton ilegal dalam pesawat Garuda.

Bahkan jauh sebelum perkara ini muncul, PT Garuda Indonesia juga sempat bermasalah dengan laporan keuangan.

Tetapi Ari diyakini sebagai sosok kuat di Garuda. Kabarnya ia merupakan anak emas eks Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Baca Juga :  PENGHARGAAN: LAMPAUAI CAPAIAN PUSAT, PEMKAB BULELENG RAIH PENGHARGAAN BPS

“Saya sejak 2018 sudah mempertanyakan Ari Askhara ini sebagai orang apa, sehingga dalam 3 tahun 3 kali pindah jadi direksi. Jadi orang ini betul-betul kaya anak emasnya Rini. Tapi saya nggak tahu anak emasnya Rini karena titipan siapa,” ujar eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, Kamis (05/12/2019).

Said menilai kasus pemolesan laporan keuangan 2018 yang dilakukan Garuda Indonesia merupakan kasus yang jauh lebih besar dari penyelundupan barang ini. Dia menilai seharusnya direksi Garuda Indonesia saat itu sudah dicopot.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: GUBERNUR BALI BERKUNJUNG KE PANGDAM IX/UDAYANA KOORDINASI KEDATANGAN PMI

“Saya salut dengan Erick Thohir, baru tadi malam bahwa ini masalah etika dan itu langsung dilakukan, itu oke,” tegasnya.

Ia berharap pemilihan Direktur Utama Garuda Indonesia pengganti Ari dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

“Pemilihan direksi BUMN ada 3 hal, kompetensi, integritas dan kepemimpinan itu sangat dibutuhkan. Orang-orang seperti itu banyak, asal dibikin bersaing sehat. Kemarin kan pemilihannya betul-betul like and dislike,” tutup said Didu.

Baca Juga :  Langkah Keberhasilan POLRI Dalam menangkap Joko Tjandra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here