Berita

Blak-Blakan: Pimpinan JBM Group Bicara Soal Indonesia, Radikalisme dan Tantangan ke Depan

JAKARTAJBM.co.id – Intoleransi dan ancaman teror yang berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara terus menghantui lini kehidupan masyarakat.

Sekalipun pada sisi lain, langkah pemerintah dan aparat penegak hukum patut diapresiasi dalam menekan munculnya kelompok radikal yang sewaktu-waktu bisa membuat kekacauan di Tanah Air.

Namun demikian, masyarakat mesti waspada dan pemerintah harus terus melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif untuk mempersempit eksistensi kelompok radikal yang akan melakukan aksi teror.

Padahal, Indonesia adalah negara yang dibangun atas keberagaman. Perjuangan merebut kemerdekaan adalah sumbangsih nyata semua lapisan masyarakat, dengan keragaman agama, bahasa, ras dan budaya.

Berikut petikan wawancara jurnalis JBM.co.id, Mohammad Kayyis AR bersama Pimpinan Jarrak Bahtera Media (JBM) Group, I Putu Gede Sudiarta.

Bagaimana anda melihat Indonesia saat ini?

Indonesia merupakan sebuah akuarium besar yang didalamnya terdapat sejumlah kelompok-kelompok kecil yang turut bahu membahu dalam membangun bangsa dan negara ini. Mereka turut mendedikasikan tenaga, pikiran dan waktu untuk merawat bangsa ini dari ancaman perpecahan. Karena sebenarnya nenek moyang kita adalah masyarakat yang toleran, saling menghargai dan gotong royong.

Baca Juga :  Asosiasi Sanggar Bunga Lampung Gelar Acara HUT Ke-2 Tahun

Sekalipun dalam perjalanannya, ada banyak batu-batu kecil yang menjadi sandungan yang para prinsipnya adalah ujian bagi keberlangsungan bangsa ini agar semakin dewasa.

Ujian itu jika bisa diselesaikan dengan baik, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang berdaya saing secara global dan mampu merawat persatuan dan kesatuan.

Menurut anda, apa tantangan besar yang sedang dihadapi bangsa Indonesia?

Tantangan besar yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia adalah merawat persatuan dan kesatuan. Menurut saya, ini bukan masalah mudah dan sederhana. Butuh keikhlasan dan sikap kesukarelaan berbagai elemen bangsa untuk menjaga dan merawat persatuan.

Memang pada sisi yang lain, secara politik masyarakat sudah menuju ke arah persatuan. Ini tentu tidak bisa dilepaskan dari rekonsiliasi politik yang dilakukan sejumlah tokoh bangsa. Ini positif untuk meredam ancaman perpecahan.

Namun pada satu sisi, kita harus akui bahwa masih memiliki pekerjaan rumah untuk membentengi masyarakat kita dari polarisasi paham yang bertentangan dengan Pancasila. Karena paham yang tidak Pancasilais bisa menjadi bom waktu yang bisa mengacaukan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Dr. H Andi Surya ; Kota Metro Butuh Lembaga Penjamin Kredit Untuk UMKM, Petani, Pedagang Kecil dan Seniman Kreatif

Aksi teror yang belakangan terjadi misalnya, sangat berpengaruh pada kerukunan bangsa ini. Sehingga selain menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, ini menjadi kewajiban kita semua untuk menyatakan perang terhadap aksi teror.

Aparat penegak hukum sudah mem-pressure sedemikian rupa agar bibit-bibit radikalisme tidak tumbuh di negeri ini. Tentu hal itu merupakan langkah positif yang harus kita apresiasi.

Bagaimana anda menyikapi aksi teror yang belakangan terjadi?

Memang aksi teror jika kita lihat grafiknya menurun secara signifikan. Tetapi begini, saya ingin menegaskan bahwa aksi teror hanya dilakukan mereka yang tidak memiliki peri kemanusiaan. Selain itu, aksi teror menurut saya tidak ada relevansinya dengan agama apapun. Karena setiap agama mengajarkan perdamaian dan kerukunan antar umat beragama dan antar anak bangsa.

Melalui berbagai langkah-langkah yang sudah dilakukan, kita berharap ke depan tidak ada lagi aksi teror di Tanah Air.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah berkembangnya paham radikal yang cenderung pada aksi teror?

Baca Juga :  Jokowi Menghadiri Acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Besar Pemuda Pancasila

Pertama, penegakan hukum adalah intrumen penting untuk memberantas radikalisme yang mengarah terorisme. Polisi sudah menangkap mereka yang diduga berafiliasi dengan kelompok teror. Ini bagian dari upaya untuk menekan kelompok yang mau membuat kekacauan.

Kedua, saya kira ini juga sangat penting adalah menanamkan pemahaman menyeluruh tentang Pancasila kepada generasi muda secara kontektual dan relevansinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau ini dilakukan, saya yakin akan tumbuh cinta Tanah Air dan semangat patriotisme untuk merawat bangsa ini dari perpecahan.

Apa pesan anda untuk Indonesia?

Indonesia adalah rumah kita bersama. Indonesia termasuk unik jika dibandingkan negara bangsa lain. Jika di Eropa hanya ada satu suku yang mendiami banyak negara, di Indonesia justru banyak suku dan bahasa yang bernaung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, mari kita jaga dengan baik bumi Indonesia dari semua ancaman dan potensi perpecahan. Karena pada hakikatnya kita adalah saudara sebangsa dan setanah air (Ais).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *