OC Kaligis Klaim Kantongi Bukti Kasus Korupsi Eks Pimpinan KPK Chandra Hamzah

2 min read
Spread the love

JAKARTAJBM.co.id – Advokat senior, Otto Cornelis (OC) Kaligis mengaku mengantongi kasus korupsi eks Pimpinan KPK, Chandra Hamzah yang sekarang diangkat sebagai Komisaris Utama BTN.

Menurut Kaligis, Chandra menerima uang sebesar Rp1 miliar atas pengakuan saksi Ari Muladi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Mabes Polri.

“Saya tidak mengada-ada, Chandra Hamzah menerima uang di parkiran Pasar Seni, Jalan Rasuna Said Jakarta Pusat pukul 21.00 WIB tanggal 15 April 2009,” kata OC Kaligis di di sela sidang gugatan kepada mantan komisioner KPK lainnya, Bambang Widjayanto di Pengadilan Jakarta.

Baca Juga :  SEKPROV BALI DEWA INDRA BUKA KICK OFF MEETING IT SECURITY ASSESSMENT

Menurut dia, dalam BAP Penyidik Polri, AKBP Agus Irianto dan Kompol Farman saat pemeriksaan terhadap Ari Muladi, saksi dalam kasus PT Masaro.

Ia menegaskan jika Chandra menerima uang pecahan dolar AS tersebut dalam bentuk amplop.

Menurut Kaligis, pihaknya tidak menyebarkan fitnah terhadap Chandra tapi berupaya untuk menegakkan keadilan dan pemerintahan yang bersih dan terhindar dari korupsi.

Baca Juga :  Lanjutkan Penanganan Infrastruktur dan Sosial di Daerah Terdampak Semburan Lumpur Sidoarjo, Pemerintah Alokasikan Rp. 239,7 Milliar

“Saya heran mengapa Chandra yang jelas-jelas korupsi lalu diangkat menjadi komisaris di BUMN, ini merupakan pertanyaan yang mendasar,” katanya. seperti dikutip Antara.

Bahkan akibat perbuatannya tersebut, Chandra Hamzah pernah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok sebelum diselamatkan oleh Presiden SBY waktu itu. Sehingga kasusnya tidak dinaikkan ke Pengadilan.

Kaligis mengaku aneh ada koruptor dikesampingkan perkaranya demi kepentingan umum, padahal banyak gubernur, bupati yang divonis bersalah karena yang dibuatnya tanpa ada kerugian negara, ini bukti adanya oknum KPK tebang pilih.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KEMENKES TETAPKAN BIAYA RAPID TEST TERTINGGI RP 150 RIBU

Kasus Chandra hanya deponering dan nama baiknya tidak direhabilitasi karena tanpa putusan pengadilan sehingga sampai saat ini status dirinya masih yang ditetapkan penyidik Mabes Polri. Ia pun sempat mengirimkan surat kepada Menteri BUMN Erick Tohir terkait pencalonan Chandra Hamzah sebagai petinggi atau direktur salah satu BUMN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.