Nasional

Fahri Hamzah Bela Ahok Mati-matian, Ini Tujuannya

JAKARTAJBM.co.id – Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengkritik keputusan Menteri BUMN, Erick Thohir yang sudah menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai salah satu bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Fahri, seharusnya Erick Thohir bicara strategi dalam memperbaiki BUMN, baru kemudian mencari sosok yang layak untuk memperbaiki masalah tersebut.

“Kekeliruan Pak Erick Thohir, dia tidak boleh bicara orang dulu. Dia bicara strategi dulu. Bagaimana cara memperbaiki BUMN satu per satu ke depan. Setelah itu baru cari orang,” kata Fahri, usai mengisi Forum Legislasi di Kompleks RI Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: SATGAS YONIF R 142/KJ KAWAL PEMBAGIAN BLT

“Orang yang dia cari pun harus orang yang dianggap sudah tidak punya masalah, terutama secara hukum,” kata politikus Partai Gelora tersebut.

Ia juga menyesalkan sikap Erick Thohir yang memilih bungkam soal isu liar tentang Ahok yang dikabarkan akan menjadi salah satu bos BUMN.

“Seharusnya yang mengangkat pun berani membela. Kasihan juga Ahok jadi kayak terombang-ambing begitu,” ujar Fahri. seperti dikutip Antara.

Ahok dijadikan sasaran empuk publik yang masih tidak mau menerima orang yang bermasalah hukum, karena pernah menjadi narapidana. Sedangkan Erick dirasa Fahri tidak melakukan pembelaan.

Baca Juga :  WUJUD TRANSPARANSI, PEMPROV BALI SAJIKAN LKPD PROVINSI BALI TA 2019

Fahri mengatakan sikap publik itu masih bisa dibantah, karena negara ternyata masih mengakui hak seorang mantan narapidana untuk berkedudukan sama di depan hukum dan pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik 1945.

Dalam pasal 27 ayat 1 UUD 1945 itu disebutkan bahwa ‘segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.’

Baca Juga :  Kunjungi Prodia, Bamsoet Dorong Pemerintah Tetapkan Standar Harga Test PCR dan Regulasi Vaksin Mandiri

“Di Republik ini, semua orang punya hak yang sama di depan hukum dan pemerintahan, orang kalau sudah menjalankan hukumannya, ya sudah. Masa mau dihukum lagi,” kata Fahri pula.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: