JAKARTAJBM.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua Umum PKB, A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Ia akan diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Arta John Alfred, dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2016.

“Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka HA (Hong Artha),” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, dalam keterangannya, Selasa (19/11/2019).

KPK juga memanggil dua anggota DPRD Lampung. Keduanya adalah Hidir Ibrahim dan Khaidir Bujung.

Baca Juga :  Ketua KPU Arif Budiman Ngaku Tidak Kenal Harun Masiku, Saat Diperiksa KPK

Sebelumnya sejumlah politikus PKB juga diperiksa KPK. Mereka adalah Fathan, Jazilul Fawaid, dan Helmy Faishal Zaini.

“Penyidik mendalami keterangan para saksi terkait pengetahuannya tentang dugaan aliran dana dari Musa Zainudin pada anggota DPR lain,” ujar Febri pada Senin (30/09/2019) dilansir Kumparan.

Hong Arta diduga menyuap Amran HI Mustary selaku Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp 10,6 miliar pada Juli dan Agustus 2016.

Hong Artha juga diduga menyuap Damayanti Wisnu Putranti selaku anggota Komisi V DPR F-PDIP sebesar Rp 1 miliar pada November 2015.

Baca Juga :  Korban Kedzaliman Bupati, BPI Dan Eks DPRD Puncak Jaya Kawal Pemberhentian 125 Kepala Kampung

Suap itu diduga untuk mengamankan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

Hong Arta merupakan tersangka ke-12 dalam kasus ini. KPK sebelumnya sudah menetapkan sejumlah pihak, baik dari unsur DPR, Kementerian PUPR, dan swasta, sebagai tersangka dalam kasus ini. Beberapa di antaranya sudah divonis bersalah. Para tersangka itu ialah:

Beberapa di antaranya sudah divonis bersalah. Para tersangka itu ialah:

1. Abdul Khoir, Direktur Utama PT WTU.

2. Damayanti Wisnu Putranti, Anggota DPR RI periode 2014 2019.

3. Julia Prasetyarini, swasta.

4. Dessy A. Edwin, ibu rumah tangga.

Baca Juga :  NARKOBA: BURUH HARIAN LEPAS DI SANGSIT DIBEKUK POLISI

5. Budi Supriyanto, Anggota DPR RI periode 2014 2019.

6. Andi Taufan Tiro, Anggota DPR RI periode 2014 2019.

7. Amran Hi Mustary, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara.

8. So Kok Seng, Komisaris PT CMP.

9. Musa Zainudin, Anggota DPR RI periode 2014 2019.

10. Yudi Widiana Adia, Anggota DPR RI periode 2014 2019.

11. Rudy Erawan, Bupati Halmahera Timur periode 2016 -2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here