POLISI TANGKAP PELAKU PENYIRAMAN AIR KERAS KEENAM PEREMPUAN

2 min read
Spread the love

Jakarta, Jbm.co.id – Polda Metro Jaya menangkap pelaku tiga aksi penyiraman air keras yang melukai enam korban perempuan di Jakarta Barat dalam sepekan belakangan.

Kepala Unit 2 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKP Adhi, mengatakan bahwa pelaku berinisial FY (29) itu ditangkap pada Jumat (15/11).

“FY ditangkap pada hari Jumat sekitar pukul 18.30. Tidak jauh dari TKP kejadian ketiga yaitu Gang Mawar, Srengseng Barat,” kata Adhi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/11).

Ia mengatakan bahwa FY merupakan pelaku tunggal yang melancarkan aksinya dalam insiden pada 5,8, dan 13 November. Seluruh aksi penyiraman terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Baca Juga :  SELAMAT ATAS DILANTIKNYA PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN RI PERIODE 2019-2024

Adhi mengatakan tiga aksi penyiraman air keras itu menyebabkan enam orang terluka, empat di antaranya pelajar, sisanya pedagang sayur. Keenam korban berjenis kelamin perempuan.

“Pasal yang kami sangkakan yaitu UU Perlindungan Anak Pasal 80 ayat 2 jo 76C UU Nomor 35 Tahun 2014, dan pasal penganiayaan 351 ayat 2 KUHP,” kata Adhi.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua bungkus plastik soda api yang digunakan untuk menyiram korban.

Baca Juga :  WAGUB COK ACE APRESIASI KONSER MUSIK 'DRIVE IN' PERTAMA DI BALI

“Tersangka adalah karyawan servis sayang kemudian soda api itu digunakan untuk pekerjaannya. Jadi dia selalu punya soda api itu,” kata Adhi.

Ia menjelaskan bahwa FY melakukan penyiraman karena memiliki masa lalu yang buruk. Ia mengatakan FY ingin orang lain juga merasakan hal buruk yang terjadi kepadanya.

Adhi menjelaskan bahwa tersangka mendengarkan saran orang lain yang mengatakan dia harus menyiram orang lain dengan air keras jika ingin sembuh dari penyakitnya.

“Jadi begini, dia ini sebenarnya dulu pernah jatuh, pernah sakit, terus tidak diperhatikan oleh keluarga,” kata Adhi.

Baca Juga :  Kantongi US$ 22 Ribu, Kementan Yakini Ekspor Benih Tanaman Hias Tetap Langgeng

Dalam kesempatan yang sama, psikolog Kasandra Putranto juga mengatakan bahwa tersangka memiliki pengalaman buruk. Menurutnya, tersangka pernah terjatuh dari lantai 3, namun tidak dipedulikan oleh keluarga.

“Yang bersangkutan memiliki perasaan frustrasi atas kejadian sebelumnya. Dia pernah kecelakaan jatuh di lantai 3 dan tidak mampu bayar rumah sakit dan dia melampiaskan ke orang lain,” katanya. (Ins)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.