2 min read
Spread the love

JAKARTA-JBM.CO.ID– Presiden akhirnya ikut berbicara persoalan Ahok yang akan menduduki posisi di salah satu perusahaan plat merah.

Karena itu, presiden mengatakan untuk menilai seseorang sebagai eks narapidana harus ditelaah kasus per kasus agar mendapat asesmen yang kredibel. Jokowi berharap tim penilai akhir (TPA) penentuan pimpinan BUMN lebih cermat mempertimbangkan rekam jejak para calon, salah satunya Ahok.

Baca Juga :  KASUS ANAK DI BAWAH UMUR KORBAN AJANG POLITIK: IBU KORBAN DESAK POLISI TANGKAP SOMVIR

“Kami berharap tim penilai akhir (TPA) mempertimbangan rekam jejak para calon secara seksama dan objektif,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat menilai ada banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih sosok yang akan menduduki jabatan dalam pemerintah. Faktor integritas disebut perlu menjadi pertimbangan penting.

“Pertama di dalam mengangkat pejabat pemerintah ya, tentunya banyak kriteria yang harus diperhatikan, salah satunya menyangkut masalah integritas, behaviour juga merupakan pertimbangan. Sekalipun ini wewenang eksekutif, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan,” kata Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga :  Luar Biasa BNN RI Menjadi Sponsor Utama Program Baru PBB

Hal tersebut disampaikan Syarief menanggapi kabar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok yang akan menjadi bos di salah satu BUMN. Meski tak menyebut nama Ahok, Syarief lalu menyinggung soal status narapidana dan menyebut pemilihan pejabat negara harus selektif.

“Saya pikir, kalau saja sekarang ini pilkada sudah ada pandangan dari KPU bahwa eks narapidana tak boleh, dan itu kan sudah pernah dilakukan. Jadi saya memberikan contoh bahwa pejabat-pejabat negara itu betul-betul harus selektif. Tak boleh hanya karena pertimbangan dia dari pendukung saya ataupun dari partai saya atau dari mana pun,” ujarnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BANK BPD BALI SUMBANG MASKER, BUPATI AGUS BAGI-BAGI KEPADA PENGUNJUNG PASAR

Jbm.co.id/ins

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *