PRESIDEN JOKOWI SERAHKAN DIPA TAHUN 2020 DI ISTANA NEGARA JAKARTA

2 min read
Spread the love

JAKARTA-JBM.CO.ID – Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta Dana Alokasi Transfer ke Daerah dan Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada 12 kementerian atau lembaga dan seluruh Gubernur.

Dalam acara ini, hadir diantaranya Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan hingga Menteri KLHK Siti Nurbaya.

Baca Juga :  Dirut PT. BPRS Lampung Timur Lakukan Pembahasan intern, Usai Dilaporkan LSM KAMPUD Ke Kejati Lampung Terkait Dugaan Korupsi
Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Maruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Daerah serta Dana Desa Tahun 2020 kepada Gubernur DKI Anies Baswedan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Maruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer Daerah serta Dana Desa Tahun 2020 kepada Mendikbud Nadiem Makarim di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, hadir juga para pimpinan kepala daerah seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie.

“Tadi sudah diserahkan DIPA dana transfer daerah dan dana desa kepada Saudara-Saudara semua. Ada Rp 909 triliun untuk kementerian atau lembaga dan Rp 556 triliun untuk transfer daerah,” kata Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Petugas Bekuk Seorang Ibu Selundupkan Narkoba Untuk Anaknya di Lapas Cianjur

Selain menyerahkan DIPA, Presiden Joko Widodo juga menyerahkan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2020.

Presiden meminta setelah anggaran tersebut dibagikan, para menteri dan kepala daerah secepatnya melakukan belanja barang dan lelang proyek. Sehingga, pada Januari 2020 sudah mulai dilakukan pengerjaan infrastruktur.

“Segera setelah ini, (mulai) lelang, pelaksanaan Januari sudah dilakukan. Jangan nunggu-nunggu, udah. Ini perintah,” tegas Presiden Joko Widodo.

Presiden menegaskan tak ingin kejadian pada tahun ini terulang kembali. Di mana, hingga di penghujung 2019 masih ada proses e-tendering di sektor konstruksi.

Baca Juga :  Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat, Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Hingga Juni 2020

“Belanja secepat-cepatnya. Saya harapkan jangan sampai yang kemarin saya sampaikan, November masih ada Rp 31 triliun dalam proses e-tendering, ini konstruksi. Oleh sebab itu, mulailah sejak Januari tahun depan ini,” jelas Presiden Joko Widodo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.