DEMOKRAT TEGASKAN SOAL INTEGRITAS KETIKA AHOK MAU JADI BOS BUMN

2 min read

Dikabarkan Ahok mau jadi bos BUMN. Partai Demokrat sebut apa bedanya dengan eks napi korupsi yang maju pilkada. 

JAKARTA – JBM.CO.ID –Rencana mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dikabarkan akan menjadi salah satu bos BUMN mendapat sorotan Partai Demokrat.

Menurut Demokrat integritas harus menjadi pertimbangan bagi siapapun yang akan menduduki jabatan di dalam pemerintah.

“Pertama di dalam mengangkat pejabat pemerintah ya, tentunya banyak kriteria yang harus diperhatikan, salah satunya menyangkut masalah integritas, behaviour juga merupakan pertimbangan. Sekalipun ini wewenang eksekutif, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan,” kata Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga :  Ketua Bawaslu Pacitan : Masa Jabatan Bupati Terpilih Hanya Sampai Tahun 2024

Syarief Hasan mencontohkan eks napi kasus korupsi yang dilarang maju Pilkada.

Ia berharap jangan sampai pengangkatan pejabat hanya didasarkan kepada hubungan politik. Tetapi harus berbasis kepada integritas.

“Saya pikir, kalau saja sekarang ini pilkada sudah ada pandangan dari KPU bahwa eks narapidana tak boleh, dan itu kan sudah pernah dilakukan. Jadi saya memberikan contoh bahwa pejabat-pejabat negara itu betul-betul harus selektif. Tak boleh hanya karena pertimbangan dia dari pendukung saya ataupun dari partai saya atau dari mana pun,” ujarnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: HASIL TES NEGATIF, PDP-6 SUDAH PULANG

Syarief menegaskan integritas menjadi sesuatu yang penting karena menyangkut masa depan bangsa dan negara.

“Soal kuat atau tidak kuatnya (rekomendasi) itu kan tergantung dari yang mengeluarkan, apalagi kalau seorang Presiden. Tetapi lagi-lagi kita terikat kepada apa yang dikatakan integritas dan behaviour, integritas di dalam memimpin bangsa ini. Saya pikir itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Kunjungan Pangdam I/Bukit Barisan di Polda Kepri

Ahok sebelumnya merapat ke kantor Menteri BUMN Erick Thohir. Dia mengakui diminta memimpin salah satu BUMN. Hanya, Ahok belum mengetahui pasti jabatan apa yang ditawarkan.

“Belum jelas, ya. Tadi dari bicara PTPN (PT Perkebunan Nusantara) sampai soal Sarinah juga dibicarakan,” kata Ahok, Rabu (13/11/2019).

JBM.CO.ID/ ins

Editor: asep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *