WIRANTO GUGAT BAMBANG SUJAGAD SUSANTO RP. 44,9 MILIAR

2 min read
Spread the love

JAKARTAjbm.co.id – Mantan Menko Polhukam Wiranto menuntut Bambang Sujagad Susanto dalam perkara utang piutang.

Wiranto menuntut agar Bambang mengembalikan uang yang dipinjam sebesar SGD 2.310.000 atau setara dengan Rp 23 miliar. Ditambah dengan bunga dan kerugian selama 10 tahun sehingga total tuntutan Rp 44,9 miliar.

Jenderal TNI (Purn) Wiranto menilai Bambang telah melakukan wanprestasi/ingkar janji/cedera janji karena tidak melaksanakan dan menaati isi surat perjanjian tertanggal 24 November 2009 tentang penitipan dana sebesar SGD 2.310.000. Wiranto yang memberikan kuasa kepada Adi Warman meminta PN Jakarta Pusat menyatakan sah dan mengikat surat perjanjian tersebut bagi kedua belah pihak.

Baca Juga :  Bantu Anak Bangsa, Bamsoet ; Bakso Menjadi Senjata Diplomasi Berbasis Kuliner Mempopulerkan Indonesia di Mata Dunia 

“Memerintahkan Tergugat (Bambang Sujagad Susanto) untuk mengembalikan dana sebesar SGD 2.310.000 yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 23.663.640.000 kepada Penggugat (Wiranto),” demikian bunyi gugatan Wiranto yang dikutip detik.com dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (SIPP PN Jakpus), Selasa (5/11/2019).

Bambang juga diwajibkan mengembalikan ganti rugi Rp2,8 miliar dan bunga sebesar Rp18,5 miliar.

Baca Juga :  KEMBANGKAN SAPI BALI, PEMKAB BULELENG LAKUKAN KERJASAMA TRIPLE HELIX

“Menghukum tergugat (Bambang) untuk membayar bunga yang dihitung sejak 24 November 2009 hingga tanggal gugatan a quo diajukan, yaitu sebesar Rp 18.509.699.208,” papar Wiranto.

Wiranto juga meminta PN Jakpus menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan dalam perkara ini. Selain itu, menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 5 juta per hari apabila tidak memenuhi isi putusan ini.

Baca Juga :  IIPG Lampung Siap Sukseskan "Byarr Indonesia" Ayo Ikuti Audisi Sekarang

“Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu walaupun ada perlawanan (verzet), banding atau kasasi,” jelas Wiranto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *